Warga Bogor Dukung Rencana Pemasangan CCTV di Halte BisKita: Tapi Perawatan Rutinnya Jangan Sampai Abai 

Ilustrasi halte BisKita di Kota Bogor setelah dilakukan perawatan rutin. Foto: Sekar Andini
Ilustrasi halte BisKita di Kota Bogor setelah dilakukan perawatan rutin. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana Pemerintah Kota Bogor memasang kamera pengawas (CCTV) di halte BisKita Trans Pakuan mendapat dukungan dari masyarakat.

Pemasangan CCTV dinilai dapat membantu mencegah aksi vandalisme maupun perusakan fasilitas pada halte.

Namun, warga menilai upaya tersebut juga perlu dibarengi dengan perawatan dan pengecekan rutin agar kondisi halte tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan.

Baca Juga:Rumah Milik Lansia di Cibalanarik Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting ListrikBentuk Karakter Anak Lewat Sepak Bola, McDonald’s Indonesia Gelar Football Clinic bersama Coach Indra Sjafri

Salah seorang warga Kota Bogor, Rian (28), menilai pemasangan CCTV merupakan langkah yang tepat untuk mengawasi fasilitas publik sekaligus memudahkan identifikasi pelaku vandalisme maupun perusakan halte.

Pria yang kerap menggunakan BisKita untuk bekerja itu mengatakan masih ada sejumlah halte yang kondisinya kurang layak akibat vandalisme dan minimnya perawatan.

“Kalau CCTV saya setuju, jadi kalau ada yang corat-coret atau merusak bisa ketahuan. Tapi perawatan yang sudah mulai dilakukan juga harus terus ditingkatkan, jangan sampai cuma sekali doang, harus rutin. Sekarang masih banyak kan halte yang penuh coretan terus fasilitasnya pada rusak kayak kursi tunggu, lampu,” kata Rian saat ditemui di Halte Balai Kota Bogor, Minggu (19/7/2026).

Ia berharap Pemerintah Kota Bogor terus melakukan perawatan secara bertahap disertai jadwal pengecekan rutin. Dengan begitu, halte yang mulai kotor atau mengalami kerusakan dapat segera ditangani sebelum kondisinya semakin parah.

“Kalau ada petugas yang rutin keliling mengecek halte, meskipun sebelumnya sudah dilakukan perawatan, kerusakan kecil bisa langsung ditangani. Jadi enggak sampai rusaknya makin parah,” ujarnya.

Senada, warga lainnya yang kerap menggunakan BisKita untuk bekerja, Siti (34), mengatakan halte merupakan fasilitas publik yang digunakan banyak orang setiap hari sehingga kebersihan dan kelayakannya perlu terus menjadi perhatian pemerintah.

Pemasangan CCTV dinilai dapat membantu mengurangi aksi vandalisme maupun aksi perusakan fasilitas halte.

Baca Juga:Dugaan Salah Diagnosis, Ray Martosono Akan Gugat RS Borromeus BandungDukung Industri Manufaktur Ramah Lingkungan, PGN Area Bogor Penuhi Kebutuhan Gas Bumi Produsen Aspal

Meski demikian, perawatan halte yang kini telah dilakukan pemerintah juga perlu dilanjutkan secara konsisten agar seluruh halte memiliki kondisi yang sama baiknya.

“Kalau bangkunya rusak atau halte kotor kan yang dirugikan pengguna, kita nunggu BisKita juga enggak nyaman. Jadi selain dipasang CCTV, perawatan rutinnya juga harus terus dilakukan supaya orang yang naik BisKita merasa nyaman,” kata Siti.

0 Komentar