JABAR EKSPRES – Di tengah kepulan asap pekat dan kobaran api yang terus membesar, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi tetap bertahan di garis depan.
Mereka berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda sebuah pabrik manufaktur di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, hingga akhirnya api berhasil dijinakkan.
Perjuangan para petugas tidak berlangsung mudah. Salah seorang personel Damkar bahkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal berwarna putih yang memenuhi area pabrik.
Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?
Meski demikian, proses pemadaman tetap berjalan hingga kobaran api berhasil dikendalikan dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) lalu, sekitar pukul 14.30 WIB.
Melihat kondisi petugas yang mulai kesulitan bernapas, tim medis Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi yang berada di lokasi langsung memberikan penanganan.
Petugas Damkar tersebut segera mendapat bantuan oksigen agar kondisinya kembali stabil sebelum melanjutkan proses evakuasi dan pengamanan lokasi.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, membenarkan adanya personel yang terdampak asap saat menjalankan tugas pemadaman.
“Betul ada petugas agak berat napasnya terkena asap. Petugas PMI memberikan oksigen untuk mempercepat pemulihan,” ujar Aep saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Aep menjelaskan, laporan kebakaran diterima Mako Damkar sekitar pukul 14.59 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Damkar Kota Cimahi mengerahkan tiga unit mobil pancar, satu unit rescue, 14 personel, serta dibantu relawan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, pengecekan, hingga pendataan di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Sebelum api muncul, blower di area produksi dilaporkan berhenti beroperasi sehingga uap menumpuk. Tak lama kemudian muncul percikan api yang dengan cepat menyambar material mudah terbakar.
Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik
“Pegawai sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil. Selanjutnya salah seorang pegawai menghubungi Mako Damkar. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik,” kata Aep.
Luas area pabrik yang menjadi lokasi kejadian mencapai sekitar 1.400 meter persegi, sementara bagian yang terdampak kebakaran diperkirakan seluas 50 meter persegi.
Akibat insiden tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta, terdiri dari kerusakan bangunan sekitar Rp150 juta dan kerugian barang atau isi pabrik senilai Rp150 juta.
