Ia berharap pengalaman berkesenian selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah bebas nanti.
“Hal ini supaya ke depan bisa yang bersangkutan bisa punya apa namanya talenta untuk mengembangkan bakatnya di luar. Ini salah satu yang kita laksanakan pada malam hari ini,” tuturnya.
Saat ditanya apakah opera kolosal tersebut menjadi yang pertama digelar secara nasional, Mashudi menegaskan kegiatan serupa baru pertama kali dilaksanakan pada 2026.
“Pada tahun 2026 baru kali ini dilaksanakan Opera Kolosal,” katanya.
Baca Juga:Merawat Sejarah Mengenang Legenda: AZA Rilis Persebaya Pre Season Jersey 2026 Berkonsep Tribute to Eri IriantoCegah Tragedi Terulang, Polres Tasikmalaya Perketat Ramp Check Angkutan Umum dan Barang
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya melalui seni, tetapi juga mencakup pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta program ketahanan pangan yang diterapkan di seluruh unit pemasyarakatan.
“Tapi untuk kegiatan-kegiatan yang lain, UMKM, termasuk ketahanan pangan, kita wajibkan seluruh 627 lapas, Kalapas, rutan, LPKA perempuan, termasuk bapas. Ini salah satu program pembinaan untuk kita semua,” bebernya.
Dalam pertunjukan tersebut, para pemain membawakan kisah Ciung Wanara, legenda dari Tatar Galuh, Parahyangan, yang sarat pesan tentang kejujuran, keadilan, keberanian, kebijaksanaan, pengampunan, hingga kepemimpinan yang berintegritas.
Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat pembinaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan agar warga binaan dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.
Pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung meyakini setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah, berkembang, serta menemukan kembali makna hidup melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
Menanggapi dipilihnya konsep drama kolosal, Mashudi menilai keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak lepas dari kreativitas pimpinan satuan kerja.
“Ini salah satu kreatif, semuanya itu tergantung Kalapas-nya. Kalau Kalapas-nya kreatif, saya yakin dia akan memberikan yang terbaik untuk warga binaannya. Hal ini supaya semuanya bisa ada kegiatan dan tidak monoton di dalam,” katanya.
Baca Juga:Bupati Cecep Hidupkan Lagi Rencana Pembangunan Pasar Induk PadakembangPemerintah Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak, Hanya Perluasan Basis Penerimaan
Ia juga memastikan pihaknya akan memberikan apresiasi kepada jajaran pemasyarakatan yang mampu menghadirkan inovasi dalam pembinaan warga binaan.
