Ratusan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung Tampilkan Pentas Opera Kolosal Ciung Wanara

Ratusan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung Tampilkan Pentas Opera Kolosal Ciung Wanara
Penampilan Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dalam Pentas Opera Kolosal Ciung Wanara. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Pasti. Yang mana punya kreatif dalam membangun bagaimana pembinaan terhadap warga binaan,” tegas Mashudi.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati menjelaskan seluruh persiapan opera kolosal telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan.

Menurut Gayatri, seluruh tahapan dikerjakan secara kolaboratif oleh petugas bersama warga binaan, mulai dari penyusunan konsep, penulisan naskah, pengarahan artistik, pemilihan pemeran, hingga penataan panggung, kostum, dan tata rias.

Baca Juga:Merawat Sejarah Mengenang Legenda: AZA Rilis Persebaya Pre Season Jersey 2026 Berkonsep Tribute to Eri IriantoCegah Tragedi Terulang, Polres Tasikmalaya Perketat Ramp Check Angkutan Umum dan Barang

Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Pembinaan Kemandirian dan Program Pembinaan Kepribadian yang selama ini dijalankan di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung.

Dari sisi keterampilan, hampir seluruh kostum yang dikenakan para pemain merupakan hasil karya warga binaan melalui pelatihan membatik, ecoprint, dan shibori bersama CV Jaya Makmur dari Semarang.

Karya-karya tersebut bahkan diperagakan lebih dahulu melalui sesi fashion show sebelum opera kolosal dimulai.

Selain itu, warga binaan yang mengikuti pelatihan kerajinan menghasilkan berbagai produk seperti hampers, tas, aksesori, obi, hingga berbagai produk handycraft melalui pendampingan Shakira Craft Magelang.

Di bidang tata boga, warga binaan yang mengikuti pelatihan bersama Bakery Lamoria dan Rumah Berbagi Bogor turut menyiapkan berbagai makanan ringan untuk mendukung penyelenggaraan acara.

Tak hanya itu, dekorasi dan seluruh properti panggung juga dibuat langsung oleh warga binaan melalui berbagai pelatihan seperti berkebun, melukis, hingga seni kriya.

“Jadi pada hari ini kami menyelenggarakan drama kolosal yang melibatkan warga binaan dan petugas. Dan untuk kegiatan pada hari ini juga dicatat dalam Rekor MURI,” kata Gayatri.

Baca Juga:Bupati Cecep Hidupkan Lagi Rencana Pembangunan Pasar Induk PadakembangPemerintah Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak, Hanya Perluasan Basis Penerimaan

Ia menambahkan, penghargaan Rekor MURI nantinya akan diserahkan secara langsung oleh Jaya Suprana di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Gayatri mengaku bangga melihat perkembangan kemampuan para warga binaan selama mengikuti proses latihan.

“Talenta luar biasa. Mereka yang tadinya nol, dari nothing menjadi something. Dan hari ini kami buktikan menjadi amazing,” tegasnya.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Ciung Wanara tidak berhenti di atas panggung, tetapi juga menjadi bekal moral bagi seluruh warga binaan maupun petugas pemasyarakatan.

0 Komentar