JABAR EKSPRES – Bupati Bogor Rudy Susmanto merangkul para pedagang kaki lima (PKL) dengan memberikan ruang usaha di kawasan Alun-alun Tegar Beriman.
Namun, kebijakan tersebut dibarengi komitmen bersama untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan ruang publik yang menjadi ikon Kabupaten Bogor.
Komitmen itu disampaikan Rudy Susmanto saat bersilaturahmi dengan para PKL di Alun-alun Tegar Beriman, Senin (13/7) malam.
Baca Juga:21 Angkot Tua di Kota Bogor Terjaring Razia, 10 Unit Langsung Dikandangkan Ketua Komisi I DPRD Bogor Tegaskan SPPG Tidak Boleh Berdiri di Atas Lahan Fasos dan Fasum!
Di hadapan para pedagang, Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor ingin menciptakan keseimbangan antara penataan kota dan kebutuhan masyarakat untuk mencari nafkah.
“Terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian yang selalu memberikan warna untuk Kabupaten Bogor. Kita ingin Bogor maju, Bogor bersih, tetapi kita juga ingin masyarakat tetap bisa mencari rezeki,” katanya.
Ia memastikan pemerintah tidak akan menutup ruang usaha masyarakat. Sebaliknya, pemerintah akan melakukan penataan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa mengurangi fungsi ruang publik.
Sebagai langkah awal, seluruh PKL akan didata oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Koperasi dan UMKM. Pendataan tersebut mencakup identitas pedagang, nomor kontak, dan jenis usaha yang dijalankan.
Menurut Rudy, data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk memberikan pembinaan maupun akses terhadap program-program pemberdayaan ekonomi di masa mendatang.
“Pendataannya sederhana, siapa namanya, nomor teleponnya, dagangnya apa. Karena ke depan kalau ada program pemerintah, inilah pedagang-pedagang yang sudah terdata,” ujarnya.
Selain pendataan, Pemkab Bogor juga menetapkan aturan operasional bagi para PKL. Pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, kecuali pada waktu tertentu yang akan diinformasikan lebih lanjut apabila terdapat kegiatan khusus di kawasan alun-alun.
Baca Juga:Kekeringan Melanda Bubulak Bogor Barat, 300 Jiwa Terdampak dan Dapat Bantuan 8.000 Liter Air Bersih Reses DPRD Kabupaten Bogor, Warga Cibinong Desak Pembangunan SMPN 5 dan Perhatian bagi Guru PAUD
Rudy menekankan bahwa kebersihan menjadi syarat utama bagi para pedagang yang memanfaatkan kawasan tersebut. Ia meminta setiap PKL membawa perlengkapan kebersihan dan kantong sampah sendiri serta memastikan lokasi berdagang tetap bersih setelah aktivitas selesai.
“Intinya sederhana, datang bersih, berdagang, pulang juga harus bersih. Kalau ada sampah, mari kita ambil bersama-sama. Jangan hanya mencari rezeki, tetapi lupa menjaga tempat kita mencari rezeki,” tegasnya.
