JABAR EKSPRES – Kekeringan terjadi di wilayah RT 001/RW 012, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, kekeringan di wilayah tersebut berdampak pada sekitar 90 kepala keluarga (KK) atau 300 jiwa.
Sebagai upaya penanganan, BPBD Kota Bogor kemudian menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter kepada warga terdampak.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
“Warga melaporkan terjadi kekeringan. BPBD kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan assessment dan penyaluran air bersih sebanyak 8.000 liter karena sumber mata air dan sumur warga mengalami kekeringan,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
Dimas menjelaskan, kekeringan tersebut terjadi akibat menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi itu menyebabkan pasokan air permukaan dan air tanah, termasuk sumber mata air alami serta sumur warga, mengalami penurunan akibat minimnya pengisian air dari hujan.
“Ini merupakan dampak dari kondisi curah hujan yang rendah. Kami terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih,” ujarnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, kata Dimas, kondisi curah hujan rendah diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Curah hujan di Kota Bogor pada Juli berada di kisaran 50-100 milimeter, sedangkan pada Agustus hingga September diperkirakan berkisar 20-50 milimeter.
Masyarakat pun diimbau untuk mengantisipasi potensi kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih di lingkungan masing-masing.
Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026
“Jika di wilayah masing-masing sudah mulai mengalami krisis air bersih yang parah, segera laporkan ke RT/RW setempat agar bisa dikoordinasikan dengan BPBD untuk penyaluran bantuan air bersih tangki. Tetap waspada, jaga kesehatan, dan saling peduli dengan tetangga sekitar,” katanya.
