Untuk memperkuat koordinasi, Rudy juga mendorong pembentukan paguyuban pedagang.
Melalui wadah tersebut, komunikasi antara pemerintah dan PKL diharapkan berjalan lebih efektif, termasuk dalam menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan Alun-alun Tegar Beriman.
Di sisi lain, Pemkab Bogor tengah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif yang lebih tertata bagi para pedagang, salah satunya di kawasan sekitar Stadion Pakansari.
Langkah itu dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjaga estetika dan fungsi ruang publik.
Baca Juga:21 Angkot Tua di Kota Bogor Terjaring Razia, 10 Unit Langsung Dikandangkan Ketua Komisi I DPRD Bogor Tegaskan SPPG Tidak Boleh Berdiri di Atas Lahan Fasos dan Fasum!
Tak hanya itu, Rudy juga meminta pengelolaan parkir di sekitar alun-alun dilakukan secara tertib melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan masyarakat setempat agar tidak muncul pungutan yang merugikan pengunjung.
“Jangan sampai niat baik pemerintah menjadi persoalan karena ada pungutan yang tidak sesuai. Kita ingin masyarakat sekitar ikut terlibat, anak-anak muda bisa beraktivitas, tetapi semuanya harus dikelola dengan baik,” katanya.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Rudy turut mengajak para pedagang menampilkan identitas budaya Sunda saat berjualan.
Kata Rudy, keberadaan unsur budaya lokal dapat menjadi daya tarik sekaligus memperkuat karakter Kabupaten Bogor sebagai daerah yang berakar pada budaya Sunda.
“Bogor memiliki akar budaya Sunda. Mari kita tampilkan ciri khasnya. Tidak harus memakai yang berlebihan, cukup ada unsur Sunda seperti pangsi atau udeng, agar masyarakat yang datang melihat keramahan dan budaya Bogor,” ungkapnya.
Ia berharap Alun-alun Tegar Beriman dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat sekaligus pusat aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi warga sekitar.
“Jaga Bogor bersama-sama. Kalau Bogor bersih, indah, dan nyaman, yang datang bukan hanya warga Bogor, tetapi masyarakat dari luar daerah juga akan datang. Ini akan membuka peluang rezeki yang lebih besar bagi para pedagang,” pungkasnya.
