JABAR EKSPRES – Tangis haru, senyum bangga, hingga rasa cemas mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 001 Merdeka, Kota Bandung, Senin. Bagi para orang tua, momen ketika anak untuk pertama kalinya mengenakan seragam merah putih dan memasuki ruang kelas menjadi awal perjalanan baru yang penuh harapan.
Perwakilan orang tua siswa, Ridwan, mengatakan memasuki jenjang sekolah dasar bukan sekadar perpindahan jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi awal pembentukan karakter anak. Karena itu, para orang tua menitipkan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk mendampingi tumbuh kembang putra-putrinya.
“Hari ini kami menyerahkan putra-putri kami kepada Bapak dan Ibu Guru dengan penuh kepercayaan. Kami berharap mereka dibimbing, dididik, dan diarahkan agar tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia, disiplin, percaya diri, serta memiliki semangat belajar yang tinggi,” ujar Ridwan, Senin (13/7).
Baca Juga:Tasik Hejo Gandeng Sekolah Alam Hayati, Pemkab Siapkan Gerakan Penghijauan Berbasis DesaTingkatkan Mutu Layanan, RSUD KHZ Musthafa Perkuat Kompetensi SDM Jelang Akreditasi
Menurutnya, pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah ataupun keluarga. Sinergi keduanya menjadi kunci agar anak mampu berkembang secara akademik maupun karakter.
“Kami menyadari pendidikan terbaik hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara sekolah dan orang tua. Karena itu kami siap mendukung setiap proses pendidikan yang dijalankan sekolah demi masa depan anak-anak kami,” katanya.
Ridwan juga mendoakan seluruh tenaga pendidik diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan dalam menjalankan amanah mencetak generasi penerus bangsa.
“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesabaran, kekuatan, dan keberkahan kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru dalam mendidik anak-anak kami,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 001 Merdeka, Sri Winggowati, menegaskan sekolah menerima amanah besar dari para orang tua untuk mendidik peserta didik selama enam tahun ke depan. Ia menyebut pendidikan karakter hanya akan berhasil apabila sekolah dan keluarga berjalan beriringan.
“Selama kurang lebih tujuh jam setiap hari anak berada di sekolah menjadi tanggung jawab kami. Selebihnya adalah tanggung jawab orang tua di rumah. Pendidikan di sekolah dan pendidikan di rumah harus berjalan selaras agar pembentukan karakter anak dapat tercapai,” katanya.
Sri juga mengingatkan peserta didik baru agar mulai membiasakan tiga nilai utama sejak hari pertama sekolah, yakni disiplin, menghormati guru, serta menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan hati.
