JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya mulai membangun kolaborasi dengan Institut Alam Rimba Puncak Suji untuk memperkuat Program Tasik Hejo, gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam audiensi antara pengurus Institut Alam Rimba Puncak Suji dan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, belum lama ini.
Pemerintah menilai keberadaan Sekolah Alam Hayati memiliki potensi besar menjadi mitra strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan hingga ke tingkat desa.
Baca Juga:Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD KHZ Musthafa Perkuat Kompetensi SDM Jelang AkreditasiPertanian Dipercepat, Mentan Siapkan Tambahan Anggaran untuk Perluas Program Petani
Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan Program Tasik Hejo tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi merupakan gerakan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui keterlibatan masyarakat.
“Program Tasik Hejo meliputi penghijauan kawasan, rehabilitasi daerah tangkapan air, pembentukan Agen Hijau di desa-desa, hingga penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Semua itu membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Menurut Deden, tantangan perubahan iklim, berkurangnya tutupan lahan hijau, serta ancaman kekeringan menjadi alasan mengapa gerakan penghijauan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat harus dibangun sejak dini melalui proses pendidikan yang menanamkan kecintaan terhadap alam.
“Perubahan iklim dan musim kemarau yang semakin panjang menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Salah satu langkah nyata adalah memperkuat penghijauan, menjaga sumber mata air, serta membangun kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan,” katanya.
Selain penghijauan, Program Tasik Hejo juga diarahkan untuk memperkuat rehabilitasi kawasan resapan air dan meningkatkan kapasitas Agen Hijau di tingkat desa sebagai motor penggerak pelestarian lingkungan.
Dalam konteks tersebut, Institut Alam Rimba Puncak Suji dinilai memiliki peran strategis karena mengembangkan konsep pendidikan berbasis alam yang menggabungkan pembelajaran karakter, konservasi lingkungan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga:Indonesia Bidik Peluang Bisnis Penerbangan ASEAN-China Lewat Penguatan Konektivitas UdaraKecelakaan Beruntun Terjadi di Kawalu, Pengemudi Fortuner Diduga Masih Remaja Bawah Umur
Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran Institut Alam Rimba Puncak Suji, Randika, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih efektif apabila diintegrasikan dengan program pemerintah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
