JABAR EKSPRES – Polsek Baleendah bersama Satreskrim Polresta Bandung mengamankan 10 anak yang diduga hendak melakukan penyerangan terhadap sekelompok pemuda di wilayah Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Mereka diamankan setelah polisi menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan sekelompok remaja membawa senjata tajam sambil berboncengan menggunakan sepeda motor.
Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari video yang beredar di media sosial pada Rabu (8/7/2026) malam.
Baca Juga:Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Masih Dipantau Tim MedisLantik Sekda Baru, Bupati Cecep: Ayo Berlari Bangun Tasikmalaya, Jaga Integritas!
Video itu memperlihatkan sejumlah remaja mengacung-acungkan senjata tajam saat melintas di kawasan Rancamanyar hingga menimbulkan keresahan warga.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat dan video yang beredar di media sosial, kami bersama Satreskrim Polresta Bandung langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi, memeriksa rekaman CCTV, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,” kata Hendri saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi mengidentifikasi para pelaku yang diduga merupakan pelajar. Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan 10 anak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Baleendah sesuai ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak.
Hendri menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para anak tersebut mengaku tergabung dalam kelompok yang menamakan diri “Lapetre”.
Mereka diduga hendak melakukan penyerangan terhadap kelompok pemuda di Rancamanyar dengan menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, mereka mengaku tergabung dalam kelompok ‘Lapetre’ dan diduga berencana melakukan penyerangan ke wilayah Rancamanyar. Namun aksi itu tidak sempat terjadi karena dihadang dan diusir oleh warga, sehingga mereka berbalik arah meninggalkan lokasi,” ujarnya.
Penyidik, lanjut Hendri, masih mendalami peran masing-masing anak yang diamankan. Salah satunya, anak berinisial R.P. (14) diduga mengajak rekan-rekannya melakukan penyerangan, mengendarai sepeda motor Honda PCX warna merah, sekaligus membawa sebilah golok.
Baca Juga:Raih 5 Medali, Kontingen O2SN SMP Kabupaten Tasikmalaya Masuk 3 Besar Jawa BaratSekolah Alam Hayati Lahir di Tasikmalaya, Bupati Cecep Resmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji
Sementara itu, M.Z. alias U. (17) diduga membawa benda menyerupai golok yang terbuat dari kayu, sedangkan M.R.F. alias O. (16) diduga membawa sebilah golok panjang.
“Motif sementara yang kami temukan adalah untuk menunjukkan eksistensi sekaligus membesarkan nama kelompok mereka,” ungkap Hendri.
