Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik. Mereka bergantian membuat briket arang dari serbuk bambu dan meracik bioinsektisida berbasis cuka bambu. Banyak peserta mengaku mendapat pengetahuan baru yang bisa diterapkan di lahan pertanian dan rumah tangga mereka.
Program ini didanai melalui skema Bottom-Up Program Pengabdian kepada Masyarakat ITB yang dikelola Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, dan masyarakat ini diharapkan menjadi model hilirisasi inovasi berbasis sumber daya lokal.
Dengan memanfaatkan bambu secara lebih intensif, ketiga desa di Cibugel diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, menekan penggunaan pestisida kimia, serta menciptakan ekonomi hijau di tingkat desa. Pelatihan ini menjadi langkah konkret mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi alam Sumedang. (bbs)
