TPT Ambrol Kikis Bahu Jembatan Junti Hilir di Katapang, Warga Minta Segera Diperbaiki

TPT Ambrol Kikis Bahu Jembatan Junti Hilir di Katapang, Warga Minta Segera Diperbaiki
Bahu Jembatan Junti Hilir yang menghubungkan Jalan Katapang-Cicangkudu di Kampung Junti Hilir, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, mengalami kerusakan akibat ambrolnya tembok penahan tanah (TPT) di sisi jembatan dari arah Katapang. Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bahu Jembatan Junti Hilir yang menghubungkan Jalan Katapang-Cicangkudu di Kampung Junti Hilir, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, mengalami kerusakan akibat ambrolnya tembok penahan tanah (TPT) di sisi jembatan dari arah Katapang.

Ambrolnya TPT membuat sebagian bahu jalan terkikis dan membentuk lubang di pinggir jembatan. Material batu dari TPT terlihat berserakan di dasar sungai, sementara tanah di bawah badan jalan mulai tergerus hingga membuat lapisan aspal di atasnya tampak menggantung.

Kerusakan tersebut juga berdampak pada bangunan milik warga yang berada tepat di sisi jembatan.

Baca Juga:Usai Blokade Jalan dan Bakar Ban, Bupati Temui Warga dan Pastikan Ruas Cibongas Masuk CCOTiga Rumah di Cisayong Tasikmalaya Ludes Terbakar, Satu Warga Meninggal Dunia

Sebagai penanda, hanya ada sebuah tong plastik berwarna biru diletakkan di dekat titik kerusakan. Garis pembatas yang sebelumnya dipasang juga sudah dalam kondisi rusak.

Warga sekitar, Arsya Fitria (28), mengatakan kerusakan itu sudah terjadi sejak sekitar tiga bulan lalu. Ia mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa ambrolnya TPT karena baru mengetahui setelah banyak warga mendatangi lokasi.

“Saya gak lihat langsung. Taunya itu setelah banyak warga yang datang ke sini. Kejadiannya katanya waktu Maghrib,” kata Arsya saat ditemui di lokasi, Minggu (5/7/2026).

Menurut Arsya, saat pertama kali ambrol, kerusakan hanya berupa lubang kecil di sekitar saluran pembuangan air.

Namun, seiring waktu, tanah terus terkikis hingga TPT yang menopang badan jalan ikut runtuh dan lubang semakin melebar.

“Ia kan ada aliran air hujan yang deras serta arus dari saluran air jadi kayanya penyebab rusaknya terus besar. Ini, lubang di sisi jembatan kalau gak salah udah mau satu meter,” katanya

Arsya menuturkan pemerintah setempat sempat memasang tong berukuran besar dan garis pembatas sebagai penanda agar pengendara lebih berhati-hati.

Baca Juga:BBM B50 Siap Diterapkan di Semua Sektor, Benarkah?Inflasi Juni Capai 3,34 Persen yoy, Fluktuasi Harga BBM Pemicu Utama?

Namun, tong tersebut diduga hilang, sementara garis pembatas yang tersisa kini sudah rusak.

Ia pun berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan tersebut sebelum kondisinya semakin parah.

Sebab, menurutnya, badan jalan mulai kehilangan penyangga dan dikhawatirkan ambles apabila terus dibiarkan.

“Harapannya segera diperbaiki. Dulu lubangnya kecil, sekarang makin besar. Kalau sampai jembatan ini tidak bisa dipakai, memang aksesnya tidak putus, tapi warga harus memutar lebih jauh,” tuturnya.

0 Komentar