Usai Blokade Jalan dan Bakar Ban, Bupati Temui Warga dan Pastikan Ruas Cibongas Masuk CCO

Usai Blokade Jalan dan Bakar Ban, Bupati Temui Warga dan Pastikan Ruas Cibongas Masuk CCO
Bupati Cecep Temui dan dialog dengan warga Cibongas, Kecamatan Pancatengah, Sabtu (4/7/2026). Foto: Istimewa/prokopim
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Cibongas, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya mendapat respons langsung dari Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin.

Setelah sempat melakukan aksi protes dengan menutup akses jalan utama hingga membakar ban di tengah jalan, aspirasi masyarakat dipastikan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme Contract Change Order (CCO) pada proyek perbaikan ruas Jalan Ciwatin-Kalapagenep.

Aksi protes warga berlangsung pada Jumat (3/7/2026). Selain memblokade jalan, massa juga mendatangi Kantor Kecamatan Pancatengah dan menyampaikan tuntutan sebagai bentuk kekecewaan terhadap proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung.

Baca Juga:Tiga Rumah di Cisayong Tasikmalaya Ludes Terbakar, Satu Warga Meninggal DuniaBBM B50 Siap Diterapkan di Semua Sektor, Benarkah?

Warga menilai proyek tersebut melewati sekitar 800 meter ruas jalan di wilayah Desa Cibongas, namun belum masuk dalam pekerjaan yang saat ini dikerjakan. Padahal ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang melewati berbagai fasilitas umum di jantung Kecamatan Pancatengah.

Sebelumnya masyarakat telah menggelar audiensi bersama pihak Kecamatan Pancatengah yang turut dihadiri perwakilan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam pertemuan itu dijelaskan bahwa ruas jalan di Desa Cibongas sebenarnya telah masuk dalam rencana penanganan. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah dan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan jalan.

Sehari setelah aksi berlangsung, Sabtu (4/7/2026), Bupati Cecep Nurul Yakin turun langsung menemui masyarakat di Desa Cibongas. Ratusan warga berkumpul di halaman Masjid Agung Pancatengah untuk berdialog secara terbuka dengan orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Dalam dialog itu, Cecep mengakui masih banyak pekerjaan rumah di sektor infrastruktur jalan yang harus diselesaikan di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah memprioritaskan perbaikan jalan, khususnya di wilayah selatan.

Ia menjelaskan, proyek peningkatan Jalan Ciwatin–Kalapagenep merupakan salah satu proyek prioritas dengan nilai anggaran mencapai Rp36 miliar, bahkan menjadi yang terbesar dari 32 ruas jalan yang saat ini dikerjakan menggunakan sumber pembiayaan pinjaman daerah.

Meski demikian, Cecep menyayangkan aksi blokade jalan yang dilakukan warga.

“Aspirasi itu sampaikan dengan baik, sampaikan ke saya sebagai bupati pengambil kebijakan. Saya pasti akan membijaki sesuai dengan aspirasi dan harapan warga. Saya sudah ambil kebijakan perbaikan Jalan Ciwatin-Kalapagenep dengan anggaran terbesar yakni Rp36 miliar. Walau begitu, tidak ada warga Pancatengah yang menyampaikan terima kasih ke saya. Malah dudurukan (bakar-bakar ban), malu saya,” ujar Cecep.

0 Komentar