JABAR EKSPRES – Para perajin sepatu Cibaduyut menolak menyerah. Mereka berupaya bertahan di tengah gempuran barang-barang impor yang mulai membanjiri pasar dalam negeri.
Cibaduyut Kota Bandung memang sudah cukup dikenal. Khususnya terkait kerajinan sepatu. Di kawasan itu, masyarakat banyak yang hidup sebagai perajin sepatu.
Mulai dari perajin yang membuat sepatu, pengusaha yang menjual aneka barang dan bahan baku kerajinan sepatu, hingga toko yang menjual aneka sepatu.
Baca Juga:BPBD Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan di Tasikmalaya, Seluruh Kecamatan Kini DipantauKMRT Tuding Pemkab Tasikmalaya Abaikan Putusan KI Jabar, Ancam Gugat ke PTUN
Pantauan Jabar Ekspres Jumat (3/7), kawasan itu juga masih eksis. Walaupun memang beberapa sudah mulai berguguran alias gulung tikar.
Termasuk para perajin, sebagian dari mereka masih berupaya bertahan mengandalkan keterampilan tangannya untuk membuat sepatu, walau sudah tak semudah dulu.
Abdul Fatah, salah satu perajin menceritakan, usaha produksi sepatu saat ini sudah tak semanis dulu. “Sekarang itu pesanan naik turun. Kadang ramai kadang sepi,” jelasnya.
Fatah mengakui bahwa saat ini sudah banyak produk sepatu asing membanjiri pasar dalam negeri sehingga pesanan produksi sepatu ikut menurun.
Apalagi secara harga, produk impor itu lebih murah dibanding sepatu-sepatu yang dihasilkan para perajin Cibaduyut.
“Sekarang banyak sepatu-sepatu murah, sepatu karet, spons. Orang pada beli yang murah,” katanya.
Sementara produk lokal atau hasil perajin Cibaduyut tidak bisa dijual murah karena memang menggunakan bahan baku yang original termasuk dibuat dengan tangan manual.
Baca Juga:HUT Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Pacu Akselerasi Pelayanan Lewat Optimalisasi Call Center 110Sertifikasi Halal Jadi Kunci UMK Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor
Sementara tantangan lain yang dihadapi para perajin saat ini adalah pemasaran. Perajin kadang bisa membuat produk sendiri. Namun kurang laku karena kalah dalam pemasaran.
Hal senada disampaikan Samsul. Pria yang juga perajin sepatu Cibaduyut itu mengakui bahwa produk impor menjadi penantang tangguh penjualan sepatu.
“Produk-produk impor itu banyak masuk. Harganya murah, jadi merusak harga pasar lokal,” jelasnya.(son)
