JABAR EKSPRES – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Leuwipanjang, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut melibatkan sedikitnya 11 kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
“Kendaraan yang terlibat ini mobil pengangkut gas LPG. Ada 11 kendaraan lainnya yang terlibat, terdiri dari mobil dan motor,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKBP Fiekry Adi Perdana, saat ditemui di lokasi kejadian.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
Berdasarkan pemeriksaan sementara, Fiekry menyebut kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi truk pengangkut gas LPG mengalami micro sleep atau tertidur sesaat saat berkendara.
Ia menjelaskan, truk tersebut sebelumnya selesai melakukan bongkar muatan dan hendak mengirimkan gas LPG ke sejumlah lokasi distribusi.
“Dari arah Soekarno-Hatta, truk tersebut habis bongkar isi dan akan mengirim ke distribusi masing-masing. Informasi dari sopir, dia mengantuk, mengalami micro sleep, lalu baru sadar ketika kendaraan sudah berhenti setelah menabrak mobil terakhir,” ungkap Fiekry.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang pengendara sepeda berjenis kelamin perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSHS. Sementara satu korban lainnya mengalami luka berat berupa patah tulang dan telah dilarikan ke RS Bandung Kiwari,” jelasnya.
Sementara itu, pengemudi truk pengangkut gas LPG telah diamankan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut.
“Sopir truk kami mintai keterangan. Untuk proses lebih lanjut akan dibawa ke Unit Gakkum Polrestabes Bandung,” kata Fiekry.
Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026
Fiekry menambahkan, pihaknya masih melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih melakukan olah TKP,” pungkasnya.(San)
