JABAR EKSPRES – Kondisi mata air Seke Bakan Teureup di RW 10, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, kian memprihatinkan. Berbeda dengan Seke Buka Tanah yang masih terawat, sumber mata air ini justru tampak terbengkalai dan belum tersentuh perbaikan.
Padahal, sebagai sumber mata air alami, Seke Bakan Teureup berpotensi menjadi alternatif penyedia air bersih bagi warga Kota Bandung, terutama di tengah ancaman musim kemarau yang mulai melanda.
Lokasi seke berada di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog. Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres pada Selasa (21/7), kawasan yang sebelumnya diresmikan sebagai ruang publik itu terlihat kumuh. Daun-daun kering berserakan di sekitar area, sementara fasilitas yang ada tampak tidak terawat.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
Kondisi paling mencolok terlihat pada kolam penampungan air yang kini mengering. Pancuran yang sebelumnya mengalir deras tidak lagi mengeluarkan air. Padahal, beberapa waktu lalu kolam tersebut masih dipenuhi air yang jernih.
Tak hanya kolam penampungan, kolam renang mini yang dibangun di kawasan itu juga mengalami nasib serupa. Kolam kini kering dan dipenuhi lumut akibat lama tidak digunakan.
Ayi, warga setempat, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan terakhir. Menurutnya, kolam penampungan mengalami kerusakan sehingga tidak mampu lagi menahan air.
“Itu kolamnya retak, jadi air rembes,” katanya.
Meski demikian, Ayi memastikan sumber mata air di kawasan tersebut sebenarnya tidak mengering. Hal itu terlihat dari masih adanya genangan dan aliran air di belakang bak penampungan.
“Itu lebih karena rusak dan tidak mendapatkan perbaikan,” sambungnya.
Ayi menambahkan, hingga kini warga sekitar belum memanfaatkan air dari Seke Bakan Teureup sebagai sumber kebutuhan sehari-hari. Mayoritas masyarakat masih mengandalkan air dari pompa mandiri.
Sebelumnya, Jabar Ekspres pernah mengunjungi mata air tersebut pada 10 Oktober 2023. Saat itu kondisi kolam penampungan masih dalam keadaan baik.
Airnya tampak jernih dan segar, meski terdapat beberapa daun yang gugur dari pepohonan di sekitar lokasi. Bahkan, di salah satu kolam, air terlihat meluap karena debitnya cukup besar.
Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026
Seke itu sebenarnya sudah ada sejak sekitar 1980. Lokasi itu biasa jadi rujukan anak – anak bermain. (son)
