JABAR EKSPRES – Pagar pembatas di kedua sisi rel kereta api kawasan Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mulai dipasang sejak Sabtu (27/6/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan pemasangan pagar pembatas dilakukan sebagai langkah pengamanan bagi masyarakat menyusul masih sering terjadinya kecelakaan di kawasan rel tersebut.
Ia menjelaskan, pagar akan dipasang di kedua sisi rel kereta api, masing-masing sepanjang 50 meter di sisi timur dan 102 meter di sisi barat. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 14 hari kalender.
Baca Juga:Dari MVP DBL ke Runway Jacquemus, Viknes Waren Mahaputra Bersinar di Panggung Fashion PrancisRISPAM 2024–2044 Jadi Peta Jalan Air Minum Kabupaten Tasikmalaya, Cakupan Layanan Ditargetkan Tembus 40 Persen
“Pemasangan pagar untuk pengamanan warga masyarakat. Karena sudah sering kejadian, mobil masuk rel, orang tertabrak kereta, karena banyak masyarakat yang melintas di area tersebut,” ujar Juniarti saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Pemasangan pagar pembatas tersebut disambut positif oleh warga sekitar.
Mereka menilai keberadaan pagar nantinya dapat meningkatkan keselamatan di kawasan rel sekitar underpass Jalan KH Sholeh Iskandar yang selama ini masih kerap digunakan pejalan kaki untuk menyeberang.
Salah seorang warga sekitar, Perdana (39), mengaku mendukung pemasangan pagar pembatas tersebut.
Menurutnya, meski lokasi itu bukan perlintasan sebidang dan tidak dapat dilalui kendaraan, masih banyak warga yang nekat berjalan kali untuk menyeberang melalui jalur rel karena dianggap lebih praktis.
“Bagus sih dipasang pagar. Selama ini masih banyak orang yang nyebrang lewat rel. Mudah-mudahan setelah ada pagar masyarakat jadi lebih disiplin dan menggunakan akses yang lebih aman,” kata Perdana saat ditemui di kawasan rel Jalan KH Sholeh Iskandar pada Rabu.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Rahma (28). Ia berharap pemasangan pagar pembatas tersebut dapat mencegah masyarakat menyeberang melalui jalur rel sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
“Bagus dipasang pagar pembatas, saya setuju banget. Soalnya memang sudah beberapa kali dengar ada kejadian orang tertabrak kereta di sini. Semoga setelah ini tidak ada lagi yang nekat menyeberang lewat rel dan jadi lebih aman, terutama buat pejalan kaki,” ujarnya.
Baca Juga:Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat70 Personel Polres Tasikmalaya Naik Pangkat, Kapolres: Pangkat Baru Harus Diiringi Kinerja dan Integritas
Diketahui, kawasan rel di sekitar underpass Jalan KH Sholeh Iskandar beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki tertemper kereta. Kasus terbaru terjadi pada Jumat (26/6/2026), ketika seorang pria berinisial YS (32) meninggal dunia setelah tertemper kereta saat berada di jalur rel.
