RISPAM 2024–2044 Jadi Peta Jalan Air Minum Kabupaten Tasikmalaya, Cakupan Layanan Ditargetkan Tembus 40 Persen

Salah satu potensi sumber air di Kabupaten Tasikmalaya/Foto: DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya
Salah satu potensi sumber air di Kabupaten Tasikmalaya/Foto: DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya mulai mempersiapkan arah pengembangan sistem penyediaan air minum selama 20 tahun ke depan melalui Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten Tasikmalaya 2024-2044. Dokumen tersebut menjadi acuan untuk mewujudkan akses air minum yang lebih luas, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kondisi layanan air minum saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Cakupan pelayanan perpipaan baru mencapai 9,49 persen, sementara tingkat kebocoran air masih berada di angka 37,08 persen, di atas standar nasional sebesar 25 persen. Selain itu, kapasitas produksi air tercatat 481,99 liter per detik, dengan jumlah pelanggan sekitar 77.040 sambungan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan RISPAM disusun sebagai pedoman pembangunan sektor air minum agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan secara bertahap dan merata.

Baca Juga:Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat70 Personel Polres Tasikmalaya Naik Pangkat, Kapolres: Pangkat Baru Harus Diiringi Kinerja dan Integritas

“RISPAM bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi peta jalan pembangunan sistem penyediaan air minum selama 20 tahun ke depan. Target akhirnya adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan,” ujar Deden, Rabu (1/7/2026)

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan target peningkatan cakupan pelayanan perpipaan hingga 40,20 persen pada 2030, kemudian terus ditingkatkan hingga tahun 2044 seiring pembangunan infrastruktur dan pengembangan jaringan pelayanan.

Deden menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi sumber air yang cukup besar, baik dari mata air maupun sungai. Sedikitnya terdapat 12 mata air utama, seperti Cipondok, Cikawali, Cisitu, dan Cibatu, serta sumber air permukaan dari Sungai Ciwulan dan Sungai Cilangla yang akan dioptimalkan sebagai sumber baku penyediaan air minum.

“Potensi sumber air kita sangat baik. Tantangannya adalah bagaimana mengelolanya secara berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur, pengurangan kebocoran, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan jaringan distribusi,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan layanan akan dilakukan secara bertahap di 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, seluruh perencanaan dalam RISPAM diarahkan agar pembangunan sistem air minum tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu melayani generasi mendatang,” pungkas Deden. (Hendi)

0 Komentar