Program KASEP Disiapkan, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Jalan Mantap Tembus 80 Persen pada 2028

Pekerja saat melakukan aktivitas perbaikan jalan Papayan-Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu
Pekerja saat melakukan aktivitas perbaikan jalan Papayan-Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu/Foto: Humas Pemkab/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan strategi besar untuk meningkatkan konektivitas dan kemantapan jalan daerah melalui program bertajuk KASEP (Kuat, Aman, Stabil, Efisien, Prima) untuk periode 2027–2029.

Program ini difokuskan untuk mempercepat penanganan jalan rusak, terutama di kawasan selatan yang selama ini menjadi titik konsentrasi kerusakan infrastruktur.

Konsep KASEP menjadi arah pembangunan jalan kabupaten dengan makna menghadirkan infrastruktur yang kuat, mampu menahan beban lalu lintas sesuai umur rencana; aman, menjamin keselamatan pengguna jalan melalui kondisi fisik dan perlengkapan jalan yang memadai; stabil, memiliki kondisi mantap dan andal dalam mendukung mobilitas; efisien, memperlancar perjalanan sehingga menghemat waktu, biaya operasional kendaraan, dan konsumsi energi; serta prima, memberikan pelayanan terbaik melalui jalan yang nyaman, fungsional, dan terpelihara.

Baca Juga:Atlet IBCA MMA Tasikmalaya Bawa Pulang 11 Medali di Temu Tarung Garut, Bidik Emas di Porprov 2026Empat Kali Diduga Jadi Korban Asusila, Bocah di Ciampea Alami Trauma hingga Kehilangan Percaya Diri

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha saat dikonfirmasi Minggu (228/6/2026) mengatakan panjang jaringan jalan kabupaten saat ini mencapai 1.230,47 kilometer.

Dari jumlah tersebut, 852,19 kilometer atau 69,28 persen berada dalam kondisi mantap, sedangkan 378,28 kilometer atau 30,72 persen masih mengalami kerusakan.

Menurutnya, kerusakan terbesar terkonsentrasi di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya dengan total mencapai 296,5 kilometer, atau sekitar 78 persen dari seluruh jalan rusak.

Kondisi tersebut tersebar di 10 kecamatan yang merupakan sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan, hingga komoditas unggulan seperti padi, kopi, kelapa, dan porang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Tasikmalaya menargetkan tingkat kemantapan jalan kabupaten meningkat menjadi lebih dari 80 persen pada 2028.

Infrastruktur jalan dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah yang selama ini terkendala akses transportasi dan distribusi hasil produksi masyarakat.

Dalam rencana penanganan yang telah disusun, sepanjang 150 kilometer jalan rusak akan direkonstruksi dan direhabilitasi pada 2027.

Baca Juga:Proyek Cirahong 2 Tunggu Kepastian Pusat, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Dana untuk Bebaskan LahanKekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air Bersih

Selanjutnya, sisa 146,5 kilometer akan diselesaikan pada 2028 sehingga seluruh ruas prioritas di kawasan selatan ditargetkan mencapai kondisi mantap 100 persen.

Sepuluh kecamatan yang menjadi prioritas penanganan meliputi Salopa, Cikatomas, Cipatujah, Bojonggambir, Puspahiang, Cikalong, Parungponteng, Sukarame, Tanjungjaya, dan Mangunreja.

Kawasan tersebut dikenal sebagai daerah penghasil berbagai komoditas unggulan yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.

0 Komentar