Pemkab Tasikmalaya meyakini program KASEP tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan, di antaranya meningkatkan pendapatan petani dan nilai tambah komoditas unggulan, menurunkan biaya logistik hingga 30 persen, serta menciptakan sekitar 15 ribu lapangan kerja lokal selama pelaksanaan program.
Selain itu, perbaikan jalan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mempercepat waktu tempuh distribusi barang, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
Strategi KASEP akan dijalankan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari pengelolaan infrastruktur berbasis data, penanganan terintegrasi lintas pemerintahan, pemeliharaan jalan secara proaktif, pemberdayaan masyarakat, hingga penerapan konsep infrastruktur berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan.
Baca Juga:Atlet IBCA MMA Tasikmalaya Bawa Pulang 11 Medali di Temu Tarung Garut, Bidik Emas di Porprov 2026Empat Kali Diduga Jadi Korban Asusila, Bocah di Ciampea Alami Trauma hingga Kehilangan Percaya Diri
Sebagai indikator keberhasilan, tingkat kemantapan jalan kabupaten ditargetkan meningkat dari 69,28 persen pada 2026 menjadi 73,5 persen pada 2027, kemudian mencapai minimal 80 persen pada 2028.
Melalui strategi KASEP, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, akses ekonomi masyarakat semakin terbuka, serta pembangunan daerah dapat berlangsung lebih merata hingga ke seluruh pelosok Kabupaten Tasikmalaya. (Hendi)
