JABAR EKSPRES – Harapan menghadirkan jembatan baru yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis terus dijaga.
Meski realisasi pembangunan Jembatan Cirahong 2 masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Tasikmalaya telah menunjukkan keseriusannya dengan menyiapkan anggaran Rp6 miliar untuk pembebasan lahan.
Jembatan Cirahong 2 digadang-gadang menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas dua daerah yang dipisahkan Sungai Citanduy.
Baca Juga:Kekeringan Kembali Terjang Nanggung Bogor, 512 Warga Terdampak Krisis Air BersihPolres Tasikmalaya Turun Tangan Percantik Alun-Alun Singaparna, Gaungkan Semangat Indonesia Asri
Kehadiran jembatan baru ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas warga, serta mengurangi beban lalu lintas pada Jembatan Cirahong yang sudah berusia lebih dari satu abad.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan bahwa rencana pembangunan jembatan duplikasi tersebut sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu.
“Jembatan Cirahong 2 ini sudah direncanakan sejak lama, sekitar tahun 2024. Jauh sebelum saya bertugas di sini,” ujar Deden, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, proyek ini membutuhkan biaya yang sangat besar karena lokasinya berada di kawasan yang berdekatan dengan jalur kereta api milik PT KAI.
Pada perencanaan awal, kebutuhan anggaran sempat diperkirakan mencapai Rp281 miliar. Namun, setelah dilakukan pengembangan rencana dan pembagian tugas antarwilayah, nilai investasi proyek terus bertambah.
Deden menjelaskan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) saat ini ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebutuhan anggaran pembangunan di sisi wilayah Ciamis diperkirakan mencapai sekitar Rp480 miliar.
Baca Juga:Mahasiswa Ditemukan Tewas di Semak-semak Ciseeng, Polisi Masih Selidiki Penyebab KematianTasikmalaya Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional Overlanding 2026, Usung Misi Sosial dan Lingkungan
Besarnya nilai proyek membuat pembangunan Jembatan Cirahong 2 sulit ditopang hanya melalui APBD kabupaten.
Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar proyek strategis lintas daerah tersebut dapat segera direalisasikan.
Meski telah mengalokasikan dana stimulan pembebasan lahan sebesar Rp6 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp11 miliar, Pemkab Tasikmalaya memilih belum mengeksekusi anggaran tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko pemborosan apabila jadwal pembangunan belum memiliki kepastian.
“Kami masih menunggu kepastian kapan pembangunan dimulai. Karena ini proyek lintas kabupaten, kewenangan utamanya ada di pemerintah pusat dan provinsi. Jangan sampai lahan sudah dibebaskan, tetapi pembangunan belum jelas waktunya,” tegas Deden.
