JABAR EKSPRES – Keterbatasan ijazah masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga yang bekerja di sektor informal, termasuk pengamen, dalam mendapatkan pekerjaan tetap.
Hal itu terlihat saat peninjauan ketertiban di kawasan Alun-alun Kota Bogor pada Jumat malam (26/6/2026) oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, ketika seorang pengamen menyampaikan bahwa dirinya dan rekan-rekannya kerap terkendala mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki ijazah pendidikan formal.
“Kalau enggak ada ijazah terus mau kerja gimana, Pak? Teman saya juga banyak yang enggak ada ijazah, cuma kami tetap pengen kerja,” tanya salah seorang pengamen kepada Dedie Rachim.
Baca Juga:3 Bangunan Ruko Terbakar di Ciomas Bogor, Kerugian Ditaksir Capai 700 JutaBPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Menanggapi hal tersebut, Dedie menegaskan bahwa ijazah masih menjadi syarat penting dalam dunia kerja, sehingga pendidikan menjadi kunci untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.
“Ya tetap harus ada ijazah,” kata Dedie.
Dedie pun mendorong pengamen tersebut serta masyarakat yang tidak menyelesaikan pendidikan formal untuk mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Diketahui, PKBM merupakan layanan pendidikan nonformal yang menyediakan program sekolah paket, yakni Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Saat ini, terdapat 52 PKBM yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.
“Masuk PKBM dulu ya biar dapat ijazah. Kan gratis juga kalau di bawah 24 tahun,” ucapnya.
Saat berbincang di lokasi, Dedie juga menyoroti seorang pengamen lainnya yang masih berusia sekitar 11 tahun dan diketahui berhenti sekolah saat kelas 4 SD di wilayah Cikaret.
Dedie pun langsung mengarahkan agar anak tersebut dapat kembali bersekolah melalui jalur formal maupun pendidikan kesetaraan PKBM.
Baca Juga:Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Dinamika Sosial Keagamaan di Tasikmalaya Rentan Konflik, Penyuluh dan Penghulu Diminta Aktif Deteksi Dini
“Ini enggak lulus kelas 4 SD Cikaret 1. Sekolahkan lagi ya,” kata Dedie kepada jajaran camat dan lurah yang mendampingi.
Dedie kemudian menanyakan langsung kepada pengamen cilik tersebut terkait kesediaannya untuk melanjutkan pendidikan. Anak tersebut pun mengiyakan ajakan tersebut.
“Boleh,” jawab pengamen cilik tersebut.
Sementara itu, Tenaga Ahli Wali Kota Bogor Yoris Dirgantara diminta melakukan pendataan lanjutan terhadap pengamen cilik tersebut.
