Lebih lanjut, Andang menjelaskan bahwa keberadaan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian masyarakat Ciamis. Para petani lokal, misalnya, kini memiliki kepastian pasar untuk hasil pertanian mereka. Begitu pula dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merasakan peningkatan permintaan terhadap produk-produk mereka.
“Petani kita ada untuk program MBG, termasuk pelaku UMKM di Kabupaten Ciamis. Perputaran uang antara MBG, petani, dan UMKM di Ciamis harus terasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ciamis,” tambah Andang.
Program MBG yang telah berjalan di Kabupaten Ciamis ini melibatkan ratusan dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap dapur SPPG mengerahkan puluhan relawan untuk mengelola operasional mulai dari memasak, mendistribusikan, hingga memastikan kualitas gizi makanan yang disajikan. Dengan total relawan mencapai ribuan orang, program ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di daerah tersebut.
Baca Juga:Enam Tahun Dibina, Arul Lulus SMA dan Kini Bermimpi Mengabdi sebagai PolisiSemarak HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Cup Mini Soccer Pererat Sinergi Polri dan Wartawan
Para relawan yang hadir dalam acara silaturahmi tersebut tidak hanya berasal dari kalangan pengangguran yang kini memiliki pekerjaan, tetapi juga dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga, pemuda. Mereka mengaku bangga bisa menjadi bagian dari program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah di Ciamis. (CEP)
