JABAR EKSPRES – Enam tahun lalu, Arul Miftahul Huda atau akrab dipanggil Arul datang ke Mapolres Tasikmalaya dengan status sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Hari ini, remaja asal Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya itu berdiri dengan kepala tegak sambil menggenggam ijazah SMA. Bukan sekadar tanda kelulusan, ijazah tersebut menjadi simbol perubahan hidup yang ia jalani berkat pembinaan dan kepedulian Polres Tasikmalaya sejak 2021.
Perjalanan Arul bermula saat ia diamankan warga atas dugaan kasus pencurian uang. Namun, proses yang semula diperkirakan berakhir di meja hukum justru menjadi awal kehidupan baru baginya. Selama berada di Mapolres Tasikmalaya, Arul mendapat perhatian dari jajaran kepolisian hingga akhirnya diangkat menjadi anak asuh Polres Tasikmalaya.
Sejak saat itu, Polres Tasikmalaya berkomitmen membiayai pendidikan Arul mulai dari bangku SMP hingga akhirnya lulus SMA. Tidak hanya biaya sekolah, kebutuhan sehari-hari keluarga Arul pun turut mendapat bantuan.
Baca Juga:Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Cup Mini Soccer Pererat Sinergi Polri dan WartawanSafari Literasi di Sumedang, Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital Lewat Kolaborasi Pentahelix
Program pembinaan tersebut terus berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan. Sedikitnya lima Kapolres secara bergantian melanjutkan komitmen tersebut, mulai dari AKBP Rimsyahtono, AKBP Suhadi Heri Haryanto, AKBP Bayu, AKBP Haris Dinzah, hingga Kapolres Tasikmalaya saat ini, AKBP Wahyu Prista Utama.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, mengatakan Arul merupakan bukti nyata komitmen Polres Tasikmalaya dalam memberikan kesempatan kedua kepada anak yang pernah tersandung persoalan hukum.
“Sejak tahun 2021 Polres Tasikmalaya memiliki seorang anak asuh yang sebelumnya merupakan anak berhadapan dengan hukum. Selama beberapa tahun kami berkomitmen membiayai pendidikannya dari SMP hingga lulus SMA. Sekarang Arul sudah lulus dan memiliki cita-cita mendaftar menjadi anggota Polri. Saat ini juga masih terus dibina di Polres Tasikmalaya. Ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam membantu generasi penerus melalui jalur pendidikan formal,” ujar AKP Heru, Jumat (26/6/2026).
Selama enam tahun menjalani pembinaan, Arul melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari masa SMP hingga SMA. Ia tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga pendampingan, pembinaan karakter, dan motivasi untuk memperbaiki masa depannya.
Kini, setelah dinyatakan lulus SMA, Arul masih menjalani pembinaan di lingkungan Polres Tasikmalaya sebagai bekal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Polri.
