Kelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar Global

Kelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar Global
Ilustrasi kelapa parut yang di ekspor ke pasar eropa. (Dok. freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Produk olahan kelapa asal Gorontalo kembali mencatatkan pencapaian penting di pasar internasional.

Sebanyak 26 ton kelapa parut kering (desiccated coconut) berhasil diekspor ke Jerman dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 miliar, menandai semakin kuatnya posisi produk hilir Indonesia di pasar Uni Eropa.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bahwa industri pengolahan kelapa di daerah mampu memenuhi standar kualitas yang diterapkan negara-negara Eropa, yang selama ini dikenal memiliki persyaratan ketat terkait keamanan pangan, mutu produk, dan ketertelusuran rantai pasok.

Baca Juga:Pengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi DaerahWacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera Terwujud

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menilai ekspor tersebut bukan hanya pencapaian satu perusahaan atau daerah semata, tetapi juga menunjukkan meningkatnya daya saing produk bernilai tambah Indonesia di pasar global.

“Ini bukan sekedar seremonial, tapi menjadi bukti nyata bahwa Gorontalo siap menimbus pasar dunia sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi daerah,” kata Karding dikutip dari ANTARA, Rabu (24/6).

Menurutnya, keberhasilan ekspor kelapa parut ke Jerman sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi komoditas pertanian dan perkebunan. Melalui pengolahan di dalam negeri, komoditas tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan menjadi produk siap ekspor dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kami berkomitmen memberikan karpet merah ekspor melalui pendampingan teknis sehingga produk Indonesia dapat memenuhi standar internasional, termasuk standar ketat negara-negara Uni Erop,” ujarnya.

Karding juga menjelaskan layanan Barantin saat ini berfokus pada empat pilar utama sertifikasi, yakni kesehatan, keamanan, pemenuhan mutu, dan ketertelusuran (traceability) produk yang didukung inpeksi berbasis sains (science-based inspection) serta digitalisasi layanan.

Selain melepas ekspor kelapa parut ke Jerman, Barantin juga memfasilitasi pengiriman komoditas unggulan Gorontalo ke pasar domestik. Sebanyak 25 ton jagung senilai Rp151 juta dan 16 ton ikan bandeng senilai Rp224 juta dikirim ke Jakarta.

Secara keseluruhan, total komoditas yang diberangkatkan mencapai 67 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,575 miliar.

Baca Juga:Festival Musik dan Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru NasionalKadin Dorong Kemitraan Strategis RI-China untuk Perkuat Industri Masa Depan

Kepala Karantina Gorontalo, Iswan Hariyanto, mengatakan keberhasilan penetrasi pasar Jerman membuka peluang lebih besar bagi produk olahan Gorontalo untuk memperluas jangkauan ekspor ke negara lain. Pengakuan dari pasar Eropa dinilai dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap produk daerah.

0 Komentar