Pengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Pengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Ilustrasi diskon tarif transportasi bisa berdampak pada pertumbuhan wisata dan ekonomi. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program diskon transportasi yang digulirkan pemerintah selama periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai berpotensi menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor pariwisata nasional sekaligus menggerakkan roda ekonomi di daerah.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai kebijakan tersebut mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif melakukan perjalanan wisata karena biaya transportasi menjadi lebih terjangkau.

“Menurut saya ini kebijakan yang tepat. Dengan diskon-diskon tarif transportasi itu sudah jelas memberikan gairah pada masyarakat untuk bermobilitas,” ujar Trubus dikutip dari ANTARA, Rabu (24/6).

Baca Juga:Wacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera TerwujudFestival Musik dan Ekonomi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Nasional

Menurutnya, meningkatnya jumlah wisatawan akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Selain mendatangkan pemasukan bagi pemerintah daerah, lonjakan kunjungan wisata juga membuka peluang peningkatan penjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kedua, ini memberi dampak positif terhadap tempat-tempat wisata. Pemerintah daerah itu akan mendapatkan keuntungan, karena ada pemasukan. Jadi itu intinya sehingga ini yang menurut saya berkaitan langsung dampaknya ke daya beli masyarakat,” katanya.

Produk-produk lokal yang dijual di kawasan wisata diperkirakan akan menikmati kenaikan permintaan seiring bertambahnya aktivitas perjalanan masyarakat selama masa liburan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, Pemerintah sendiri telah menyiapkan paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp26,34 triliun.

Salah satu fokus utama stimulus tersebut adalah pemberian insentif transportasi senilai Rp2,04 triliun untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi.

Selain insentif transportasi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi serta Rp18,04 triliun untuk bantuan pangan.

Pada periode libur sekolah, masyarakat dapat menikmati berbagai program diskon, antara lain potongan harga tiket kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni–5 Juli 2026, diskon tarif dasar kapal laut 30 persen pada 20 Juni–15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni–5 Juli 2026.

Baca Juga:Kadin Dorong Kemitraan Strategis RI-China untuk Perkuat Industri Masa DepanDiduga Meleng, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Cibinong Bogor

Pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

0 Komentar