Remaja 15 Tahun Diduga Hilang Tersesat di Lembah Tengkorang Bandung saat Mendaki Seorang Diri 

Remaja 15 Tahun Diduga Hilang Tersesat di Lembah Tengkorang Bandung saat Mendaki Seorang Diri 
Tim SAR Gabungan saat persiapan untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang remaja yang diduga hilang tersesat di Lembah Tengkorak, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. (Basarnas Kantor SAR Bandung for Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang pendaki berusia remaja dikabarkan hilang tersesat ketika melakukan pendakian di Lembah Tengkorak, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Kantor SAR Bandung pun menerjunkan anggota untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap Azhar Nursyekha Kamal (15), seorang pelajar asal Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, jika Tim SAR Gabungan sampai saai ini terus melakukan upaya pencarian secara maksimal.

Baca Juga:Miris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBGKelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar Global

“Operasi pencarian dengan menyisir sejumlah jalur yang diduga dilalui korban, serta mengerahkan dukungan pencarian dari udara menggunakan drone thermal,” katanya, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, korban berangkat dari rumahnya sekira pukul 7.30 WIB menuju kawasan Lembah Tengkorak.

Remaja tersebut dikabarkan hendak melakukan pendakian dengan tujuan untuk survei jalur dan tidak ada perencanaan menginap.

Korban kemudian melakukan registrasi di basecamp pendakian pada pukul 8.30 WIB seorang diri atau solo hiking.

“Menurut keterangan saksi yang berpapasan dengan korban di jalur pendakian, Azhar terakhir terlihat sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Lembah Tengkorak,” ujar Ade.

“Pada pukul 15.00 WIB, rombongan pendaki lain yang masuk ke kawasan tersebut pada waktu yang hampir bersamaan telah kembali ke basecamp, namun korban tidak kunjung turun,” tambahnya.

Ade menerangkan, Tim Ranger setempat kemudian melakukan pengecekan ke lokasi, namun korban belum berhasil ditemukan.

Baca Juga:Pengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi DaerahWacana Rumah Sakit di Ujung Selatan Tasikmalaya Segera Terwujud

“Hingga laporan diterima, korban juga tidak dapat dihubungi sehingga dilakukan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan,” terangnya.

Ade menjelaskan, memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing pada pukul 8.00 WIB untuk melakukan evaluasi pencarian sebelumnya, pembagian tugas, serta penekanan prosedur keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat.

Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah sektor yang meliputi jalur menuju Legok Jero, Kebon Kopi Lama, hingga kawasan Puncak Gunung Sangara.

“Metode pencarian yang digunakan adalah pencarian tipe I dengan mempertimbangkan luasnya area pencarian dan keterbatasan jumlah personel yang tersedia,” jelasnya.

Selain penyisiran darat, ujar Ade, pencarian juga diperkuat dengan penggunaan satu unit UAV Drone Thermal guna membantu pemantauan dan deteksi dari udara.

0 Komentar