“Seluruh unsur SAR yang terlibat terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” ujarnya.
Ade memaparkan, pada hari kedua operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melaksanakan penyisiran secara intensif pada sejumlah jalur yang berpotensi dilalui korban.
“Kami juga mengoptimalkan penggunaan drone thermal untuk memperluas jangkauan pencarian, khususnya pada area yang sulit dijangkau oleh tim darat,” paparnya.
Baca Juga:Miris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBGKelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar Global
Diungkapkan Ade, dalam operasi pencarian terhadap korban, seluruh unsur yang terlibat bekerja secara terpadu dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Kepala Kantor SAR Bandung itu juga menambahkan, bahwa kondisi medan yang cukup menantang menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan strategi pencarian.
“Meski demikian, seluruh personel tetap mengedepankan keselamatan selama operasi berlangsung,” ungkap Ade.
Dia mengimbau, kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian agar selalu memperhatikan aspek keselamatan, tidak melakukan pendakian seorang diri.
“Penting membawa perlengkapan yang memadai, serta menginformasikan rencana perjalanan kepada keluarga maupun pengelola kawasan,” imbuh Ade.
“Langkah-langkah sederhana tersebut sangat penting untuk meminimalkan risiko terjadinya keadaan darurat di alam terbuka,” pungkasnya.
Hingga saat ini operasi pencarian masih berlangsung dan Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran serta pendalaman informasi guna mempercepat proses penemuan korban. (Bas)
