JABAR EKSPRES – Beredar narasi diduga mengandung unsur menjelekkan dan penghinaan terhadap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir serta Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila.
Informasi yang diterima Jabar Ekspres, narasi bermuatan unsur penghinaan kepada kepala daerah itu ramai diperbincangkan, usai beredarnya gambar berisikan tulisan dan foto seorang pria berpakaian ustadz.
Pada gambar yang beredar, di bagian bawah setelah narasi bermuatan unsur penghinaan itu tertulis nama dengan klaim Abuya Cimanggung Ustadz Ade Nurjaman.
Baca Juga:Lewat Science Day 2026, UIKA Bogor Kenalkan Inovasi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Berbasis Komunitas Pakar Unpad: Program LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter Wilayah
Rangkaian kalimat yang beredar tersebut, Bupati dan Wabup disebut kini telah memiliki gelar baru. Sederet gelar hinaan ditujukan kepada kepala daerah Sumedang serta wakilnya.
Tak hanya bermuatan penghinaan, kalimat-kalimat pada tulisan yang beredar juga mengandung kata-kata “laknat” atau kutukan kepada keduanya.
Pada narasi tersebut juga mengandung seruan untuk membuat suasana di Kabupaten Sumedang agar chaos seperti di Nepal.
Kata “di-Nepalkan” tertulis jelas di dalam gambar dengan maksud Bupati dan Wabup Sumedang mesti dikejar oleh massa, diburu seperti para pemimpin di negara Nepal.
Menanggapi itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cimanggung, KH. Odang Jamaludin menilai, jika narasi tersebut sudah masuk pencemaran nama baik.
“Ini kan Bapak Bupati tidak ada kesalahan sama sekali, tapi beliau itu menyangkut-nyangkut Bupati, mencemarkan,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres pada Selasa (29/9/2026) petang.
“Apalagi ya itu kan bahasanya di-Nepalkan. Bahasa di-Nepalkan itu kan (berkonotasi) jahat gitu,” lanjut Ajengan Odang.
Baca Juga:Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026Bukan Sekadar Penghargaan, Inovasi Satlantas Polres Tasikmalaya Berbuah Apresiasi Polda hingga Polri
Menurutnya, narasi yang beredar diduga oleh Ade Nurjaman dengan klaim dirinya Abuya dan ustadz Cimanggung itu, dinilai sangat kurang pantas.
“Memang sangat kurang pantas sekali dia itu mengatakan yang sebagaimana dalam berita (gambar bermuatan narasi hinaan yang beredar) tersebut,” ujar Ajengan Odang.
MUI Kecamatan Cimanggung bersama sejumlah tokoh dari Pesantren Cikalama akan segera mendatangi kediaman Ade Nurjaman untuk “silaturahmi”.
Diungkapkan Ajengan Odang, pria bernama Ade Nurjaman sudah sejak lama mengklaim dirinya sebagai ustadz bergelar Abuya di Cimanggung, namun disayangkan dia sendiri tidak bisa menjaga lisan.
“Saya akan segera mendatangi beliau. Bersama Abah Bahrudin, dan Den Babam dari Cikalama. Kalau diundang, dia tidak akan datang. Saya mau ke sana,” ungkapnya.
