JABAR EKSPRES – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha Indonesia untuk memperdalam kerja sama strategis dengan China, khususnya di sektor industri masa depan seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, pusat data, dan kecerdasan buatan (AI).
Dalam kunjungannya ke Beijing untuk menghadiri sejumlah agenda internasional, termasuk China International Supply Chain Expo, APEC CEO Forum, dan Summer Davos 2026, Anindya menilai hubungan ekonomi Indonesia dan China memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.
“China mitra dagang terbesar di Indonesia. Jadi, kita harus hadir di sini. Angka perdagangan Indonesia dan China tahun lalu adalah sekitar 168 miliar dolar AS dan saya kira angka itu akan terus tumbuh, dan tidak lama lagi kita akan menjadi mitra dagang nomor dua atau bahkan jadi mitra dagang nomor satu bagi China,” dikutip dari ANTARA, Senin (22/6).
Baca Juga:Diduga Meleng, Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Cibinong BogorBocah Main Lilin Saat Mati Lampu, 3 Rumah dan 1 Motor Ludes Terbakar di Bojonggede Bogor
Namun, Kadin tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai perdagangan. Organisasi tersebut juga ingin mendorong terciptanya nilai tambah melalui kolaborasi investasi, transfer teknologi, dan pengembangan industri bersama.
“Indonesia mengekspor sekitar seperempat dari total ekspornya ke China dan mengimpor sekitar sepertiga barang impornya dari China. Tugas saya di sini bersama beberapa anggota Kadin adalah menyampaikan bahwa kita tidak hanya ingin meningkatkan perdagangan, tetapi juga ingin menciptakan nilai bersama,” ungkap Anin.
Anin menyebut ingin mengajak mitra dari china untuk berinovasi bersama.
“Saya kira semua itu dimulai dari percakapan, sehingga kita dapat membangun lebih banyak kepercayaan, terutama di tengah ketegangan geopolitik. Harapannya, akan ada lebih banyak kolaborasi,” tambah Anin.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah industri kendaraan listrik. Kadin mendorong keterlibatan Indonesia dalam seluruh rantai pasok industri tersebut, mulai dari pengolahan mineral, produksi baterai, hingga pengembangan kendaraan listrik berteknologi tinggi.
Anindya bahkan membuka peluang lahirnya merek kendaraan listrik hasil kolaborasi Indonesia dan China yang didukung teknologi, pengalaman industri, serta investasi dari kedua negara.
Selain kendaraan listrik, energi terbarukan juga menjadi agenda penting dalam pembahasan dengan para pelaku usaha China. Kerja sama di sektor ini diharapkan mampu mempercepat industrialisasi nasional sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
