JABAR EKSPRES – Polemik pelayanan Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang masih berlanjut. Kini, Sonia Sugian buka suara terkait kronologi selama dirinya berada di ruang rawat inap.
Kronologi dimulai pada Senin (15/6/2026) lalu sekira pukul 21.00 WIB. Setelah melaksanakan tahlilan anaknya yang meninggal dunia, Sonia merasa sakit di dada bagian kiri.
Anggota DPRD Sumedang Komisi IV itu menyebutkan, karena merasa punya riwayat diagnosis sakit batu empedu, Sonia pun memeriksa kondisinya dengan pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Unpad.
Baca Juga:Pemkab Bogor Cek 81 Kendaraan Dinas, Lelang Jadi Opsi untuk Unit Tak LayakSkinmology Usung Standar Eropa, Tawarkan Solusi Perawatan Kulit untuk Iklim Tropis
Sesampainya di Rumah Sakit Unpad sekira pukul 22.00 WIB, dia mengaku jika saat itu memang langsung mendapatkan penanganan dari dokter IGD.
“Saya langsung menjalani pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium, kemudian dilakukan EKG (Elektrokardiogram),” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di kediamannya pada Jumat (19/6/2026) malam.
Sonia berujar, pada saat itu ada dokter di IGD yang menyampaikan sesuatu yang membuat dirinya cukup terkejut dan shock, sebab dia didiagnosis mengidap penyakit jantung, sehingga kemungkinan harus menjalani pemasangan ring jantung.
“Bayangkan, baru empat hari sebelumnya anak saya meninggal karena penyakit jantung, lalu tiba-tiba saya mendengar kabar seperti itu tentang kondisi saya sendiri,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sonia mengaku, selama di IGD RS Unpad, dirinya mendapatkan perawatan lanjutan dan diberikan obat. Sekira pukul 3.00 WIB dini hari, dia pun dipindahkan ke ruang rawat inap, tepatnya di kamar nomor 114 X Klinik.
Dia menambahkan, sang suami yang ada di lokasi kemudian mendaftarkan ke bagian administratif. Meskipun memiliki BPJS kelas 1, saat itu mendaftar sebagai pasien umum.
“Saat proses pendaftaran pun, suami saya tidak pernah menyampaikan bahwa Sonia Sugian adalah seorang anggota dewan yang ingin mendapat fasilitas khusus atau perlakuan istimewa. Sama sekali tidak,” beber Sonia.
Baca Juga:PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi BerkelanjutanGlobal Parenting Summit 2026: Peran Vital Orang Tua Merancang Masa Depan Anak
“Bahkan suami saya tidak menjelaskan saya siapa, hanya menyampaikan bahwa saya merupakan mahasiswa doktoral Unpad. Hanya itu,” lanjutnya.
Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap sekira pukul 3.00 WIB dini hari, karena ruangan penuh, Sonia kemudian ditempatkan di ruang rawat inap kelas 3 bersama lima pasien lainnya.
