“Fakta yang sebenarnya adalah, selama berada di ruang rawat inap dari pukul 3.00 WIB dini hari hingga pukul 22.00 malam, atau sekitar 20 jam, saya tidak bertemu dokter sama sekali,” lanjutnya.
Sonia menegaskan, jika selama di ruang rawat inap, dirinya tidak mendapatkan informasi apa pun mengenai penyakit hasil pemeriksaan dan tak bisa berkomunikasi dengan dokter.
“Itulah yang saya sesalkan. Karena kecemasan itu, akhirnya saya memutuskan untuk pulang pada malam itu juga,” tegasnya.
*Bantah Tudingan Minta Perlakuan Khusus*
Baca Juga:Pemkab Bogor Cek 81 Kendaraan Dinas, Lelang Jadi Opsi untuk Unit Tak LayakSkinmology Usung Standar Eropa, Tawarkan Solusi Perawatan Kulit untuk Iklim Tropis
Sonia menilai, jika dirinya bukan pertama kali melakukan pengobatan di rumah sakit, namun baru kali ini pelayanan yang diterimanya dirasa tidak memuaskan dan mengecewakan.
“Kalau ada yang mengatakan dokter sudah visit, menurut saya itu tidak benar. Saya bukan pertama kali dirawat di rumah sakit,” katanya.
Sonia mengaku, dirinya pernah dirawat di beberapa rumah sakit lain, salah satunya rumah sakit provinsi di Rancaekek, Kabupaten Bandung.
“Di sana, dokter selalu datang dan memperkenalkan diri dengan jelas. Misalnya, dokter akan menyampaikan, selamat pagi ibu, saya dokter A, spesialis penyakit dalam, saya ingin menjelaskan hasil diagnosis ibu adalah ini, dan penanganan yang akan kami lakukan adalah ini,” bebernya.
Menurut Sonia, bagi pasien, penjelasan seperti itu sangat berarti karena memberikan informasi yang jelas dan menenangkan. Tetapi hal seperti itu sama sekali tidak dia dapatkan di RS Unpad.
“Ketika saya bertanya lagi, sorenya jam berapa? Jawabannya tetap tidak bisa ditentukan karena saat itu hari libur.Saya sempat bertanya, bukankah ada dokter jaga? Perawat menjawab, ada, tetapi dokter jaga masih memeriksa pasien lain,” ujarnya.
Namun hingga pukul 22.00 WIB malam, sekitar 20 jam sejak saya masuk ruang rawat inap, tetap tidak ada dokter yang datang melakukan visit.
Baca Juga:PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti, Ubah Stranded Gas Jadi Energi BerkelanjutanGlobal Parenting Summit 2026: Peran Vital Orang Tua Merancang Masa Depan Anak
“Bayangkan kecemasan yang saya rasakan.Kemudian muncul komentar dari sejumlah pihak yang menyebut seolah-olah saya menginginkan fasilitas istimewa atau perlakuan karpet merah dari pihak rumah sakit,” imbuh Sonia.
“Saya tegaskan, itu tidak benar. Saya tidak pernah meminta perlakuan khusus. Yang saya harapkan hanyalah hak dasar sebagai pasien: Mendapatkan penanganan yang jelas, informasi yang transparan, dan komunikasi yang baik dari dokter mengenai kondisi kesehatan saya,” pungkasnya. (Bas)
