JABAR EKSPRES – Perubahan teknologi yang bergerak cepat menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam menyiapkan masa depan anak. Isu krusial ini menjadi sorotan utama Global Parenting Summit 2026 yang digelar Kreativa Global School di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung, Sabtu (20/6/2026).
Founder Kreativa Global School, Syauqi Robbani menambahkan, pendidikan saat ini tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Menurutnya, sekolah dan orang tua harus bersama-sama membentuk karakter, kecerdasan emosional, kemampuan berpikir kritis, serta budaya belajar sepanjang hayat.
Melalui Global Parenting Summit 2026, para peserta diajak memahami bahwa tantangan terbesar masa depan bukan hanya perkembangan teknologi, melainkan bagaimana keluarga mampu menyiapkan anak menjadi pribadi yang adaptif, berkarakter kuat, dan siap menghadapi dunia yang belum sepenuhnya dikenal saat ini.
Baca Juga:G.H. Universal Bandung Raih Predikat Hotel Terbaik Nomor 1 di Dunia Versi TripAdvisorYayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dan KEHATI Gelar Pameran Biodiversitas Perkotaan di Bandung
Menurutnya, masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang terus belajar, mampu beradaptasi, dan memiliki karakter yang kuat. “Ini menjadi salah satu pesan utama yang terpenting,” ungkapnya.
Hadir sebagai pembicara kunci, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Diplomat senior Retno Marsudi, dan entrepreneur Muhamad Fajrin Rasyid menekankan pentingnya literasi AI, growth mindset, serta karakter sebagai bekal utama bagi para generasi emas yang menjadi talenta masa depan.
Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan masa depan seperti literasi teknologi, pemahaman AI dan big data, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kepemimpinan. Menurutnya, keterampilan yang bersifat manusiawi akan semakin bernilai di tengah kemajuan teknologi.
“Ini satu acara yang patut diapreasi dan sukses meningkatkan kesadaran para orang tua untuk menghadapi tantangan yang tidak mudah pada zaman sekarang ini. Ada perubahan yang cepat yang perlu disikapi oleh berbagai stakeholder,” ungkap Yassierli.
Terlebih, Yassierli melihat antusias yang luar biasa dari pada orang tua dan dirinya optimis terhadap perubahan. “Acara ini memberikan insight yang berbeda dan banyak hal yang kita dapat. Pesan saya satu tumbuhkan skill pada anak, selain pendidikan dan sekolah ketika masuk dunia industri, skill itu yang dibutuhkan,” ujarnya.
