DLH Cimahi Klaim Kenaikan BBM Tak Berdampak pada Pengangkutan Sampah, Ini Alasannya!

DLH Cimahi Klaim Kenaikan BBM Tak Berdampak pada Pengangkutan Sampah, Ini Alasannya!
Sejumlah Truk Pengangkut Sampah saat Melintas ke TPA Sarimukti. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak banyak mempengaruhi operasional pengangkutan sampah di Kota Cimahi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi memastikan aktivitas pengiriman sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti tetap berjalan normal.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan dampak kenaikan BBM terhadap sektor pengangkutan sampah relatif tidak signifikan. Hal itu lantaran seluruh armada pengangkut sampah milik pemerintah daerah masih menggunakan BBM bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Chanifah, seluruh kendaraan pengangkut sampah milik DLH Kota Cimahi telah terdaftar melalui sistem barcode pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sistem tersebut menjadi salah satu mekanisme pengawasan agar penggunaan BBM subsidi tetap sesuai peruntukannya.

Baca Juga:Kritik Tajam Terhadap Tata Kelola Cimahi, Persoalan Sampah dan Keterbatasan Ruang Jadi Tantangan BesarTumpukan Sampah di Pasar Atas Cimahi Belum Diangkut, Warga Desak DLH Bertindak

“Jadi, kami masih memanfaatkan fasilitas itu dengan BBM bersubsidi, tapi dengan pengawasan yang cukup ketat dari kami. Jadi semua truk itu sudah ada barcode-nya khusus untuk pengangkutan ke Sarimukti,” ujar Chanifah kepada Jabar Ekspres, Selasa (23/6/2026).

DLH Kota Cimahi saat ini memiliki sekitar 37 armada truk pengangkut sampah dan 15 kendaraan roda tiga untuk mendukung pelayanan persampahan di wilayah tersebut.

Chanifah menjelaskan, kendaraan roda tiga pengangkut sampah menggunakan bahan bakar jenis Pertalite, sementara armada truk menggunakan solar bersubsidi dengan harga sekitar Rp6.800 per liter.

“Jadi tidak terdampak, motor sampah kita menggunakan Pertalite. Kalau yang truk kita memakai solar bersubsidi yang per liternya cuma Rp6.800,” tuturnya.

Meski demikian, terdapat sejumlah peralatan operasional yang tidak dapat menggunakan BBM subsidi, seperti alat berat yang digunakan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). DLH Cimahi menggunakan wheel loader dan ekskavator untuk mendukung aktivitas pengelolaan sampah.

“Karena kita menggunakan wheel loader dan juga ekskavator itu kita tidak bisa menggunakan BBM subsidi. Itu saja, tapi penggunaannya masih bisa kita kendalikan,” kata Chanifah.

Untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan, DLH Kota Cimahi juga telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga. Pengisian bahan bakar armada dilakukan melalui SPBU yang telah menjadi mitra dengan mekanisme administrasi khusus.

0 Komentar