JABAR EKSPRES — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Kota Cimahi dinilai berjalan jauh lebih kondusif dan minim polemik dibandingkan dengan sejumlah daerah lain.
Di tengah bayang-bayang kecemasan orang tua murid terkait kuota sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi justru mencatat adanya surplus daya tampung untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengungkapkan bahwa faktor utama yang membuat pelaksanaan SPMB tahun ini adem ayem adalah kesiapan kapasitas bangku sekolah yang matang.
Baca Juga:Persebaya Rayakan Hari Jadi ke-99 dengan Semangat 'Persebaya untuk Semua'Genjot Serapan Telur dan Ayam untuk Program MBG, Harga Peternak Mulai Terdongkrak
“Kapasitas sekolah negeri, swasta, dan madrasah di Cimahi mampu mengakomodasi semua lulusan baru. Masyarakat tidak perlu cemas kehabisan kuota,” ujar Nana saat memberikan keterangan pada Jabar Ekspres, Sabtu 20 Juni 2026.
Berdasarkan data Disdik, daya tampung untuk jenjang SMP di Kota Cimahi mencapai 11.284 kursi, sementara jumlah kebutuhan calon murid baru berada di angka 10.523 peserta didik. Artinya, terdapat surplus bangku yang menjamin seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) di Cimahi mendapatkan akses pendidikan.
Meskipun kuota bangku sekolah terbilang surplus, tantangan terbesar ada pada distribusi siswa agar tidak menumpuk di sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit.
Menanggapi hal tersebut, Nana Suyatna menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi zonasi dan diversifikasi jalur masuk.
SPMB Cimahi tidak lagi mengandalkan satu jalur saja, melainkan membaginya ke dalam beberapa skema, diantaranya Jalur Domisili (Zonasi) yang memprioritaskan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah.
Kemudian, lanjut Nana, Jalur Afirmasi, khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Lalu Jalur Prestasi untuk mengapresiasi kemampuan akademik dan non-akademik siswa, dan Jalur Lintas Batas/Perpindahan Tugas Orang Tua.
“Skema ini memberi kesempatan siswa masuk ke sekolah sesuai wilayah tempat tinggal maupun kondisi sosialnya, sehingga konsentrasi pendaftar tidak hanya terjadi di sekolah tertentu,” tegas Nana.
Baca Juga:Freeport Percepat Perpanjangan Izin Tambang, Draf Divestasi Saham Sudah Diserahkan ke Pemerintah3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak
Selain itu, Wali Kota Cimahi juga telah menginstruksikan agar informasi daya tampung disebarluaskan secara masif. Tujuannya agar orang tua murid tidak panik dan lebih terbuka untuk memilih sekolah lain yang kuotanya masih tersedia luas.
