Bupati Bandung Akui Dolar Menguat Bikin Beban Masyarakat Kian Berat, OPM Jadi Andalan Tekan Harga Sembako

Pemkot Klaim Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga di Kota Bandung, Benarkah? 
Penjual melayani warga yang membeli kebutuhan pokok pada gerakan pangan murah di Gedung Graha Binangkit, Kota Bandung, Selasa (9/9). Pemerintah Kota Bandung menggelar gerakan pangan murah dengan menjual harga kebutuhan pokok di bawah rata-rata sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi serta menekan harga beragam komoditas. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai turut berdampak pada berbagai sektor perekonomian, termasuk harga kebutuhan pokok masyarakat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengakui kondisi tersebut membuat beban masyarakat semakin berat.

Menurut Dadang, kenaikan dolar berpengaruh terhadap hampir seluruh segmen ekonomi, terutama komoditas sembako yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.

Baca Juga:Kekeringan Melanda Nanggung Bogor, 217 Jiwa Terdampak Krisis Air BersihDPRD Apresiasi Antensi Publik terhadap MBG di Kabupaten Tasikmalaya, Minta Tata Kelola Dievaluasi

“Dengan naiknya dolar saya kira memang berpengaruh kepada semua segmen. Terutama sembako. Tapi saya percaya kepada pemerintah pusat, Pak Presiden, pasti akan mencari solusi. Bahwa memang saat ini masyarakat sangat berat bebannya. Nah, tentunya ini harus dipikirkan bersama,” kata Dadang saat ditemui, Sabtu (13/6/2026).

Meski demikian, ia optimistis pemerintah pusat memiliki langkah-langkah strategis untuk mengatasi kondisi tersebut.

Ia juga berharap Presiden dapat terus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada.

“Saya yakin Pak Presiden bisa mengatasinya dan kita doakan semoga Pak Presiden sehat dan selalu memberikan solusi untuk bisa menstabilkan semua sektor yang ada di negara kita,” ujarnya.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Bandung berupaya menekan dampak kenaikan harga melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kang DS (KDS) sapaan akrabnya mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pelaksanaan program tersebut.

Ia menjelaskan, Kemendagri telah menyiapkan sejumlah skema OPM yang nantinya dapat digelar hingga tingkat desa dan kelurahan guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Baca Juga:Pertamax Naik Bantu Jaga Kurs Rupiah, Benarkah?Rutin Santuni Anak Yatim, Satreskrim Polres Tasikmalaya Minta Doa untuk Kelancaran Tugas

“Kalau OPM kita terus lakukan, saya sudah koordinasi dengan Kemendagri dan Kemendagri sudah merencanakan juga gerakan OPM yang tentu nanti bisa disebar di masing-masing desa ataupun kelurahan,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Bandung juga mempertimbangkan penambahan anggaran ketahanan pangan melalui APBD Perubahan apabila kebutuhan masyarakat meningkat dan cadangan pangan dinilai belum mencukupi.

KDS menyebut program OPM yang selama ini berjalan mampu memberikan subsidi harga cukup besar kepada masyarakat.

Dalam beberapa kegiatan, warga hanya perlu membayar sekitar separuh dari harga normal yang berlaku di pasaran.

0 Komentar