JABAR EKSPRES – Adidaya Institute merilis hasil survei nasional terbaru terkait tingkat kepuasan dan kepercayaan terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di kantor Adidaya Institute, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Berdasarkan hasil riset tersebut, tingkat kepuasan kinerja pimpinan BGN menyentuh angka 68,8 persen, sementara tingkat kepercayaan berada pada level 76,1 persen.
Pengukuran empiris ini turut mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja kelembagaan BGN sebesar 55,0 persen.
Baca Juga:Kadin Jabar Gelontorkan Dua Ribu Paket Sembako Melalui Kodam III SiliwangiBupati Pangandaran Diduga Salah Gunakan Kekuasaan untuk Galang Dana Infak Tidak Lewat Baznas
Selain itu, sebanyak 52,9 persen responden menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan BGN dalam mengelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara optimal.
Hasil Temuan Lembaga Survei
Keberhasilan capaian kinerja pimpinan lembaga tersebut dipaparkan secara langsung oleh pihak penanggung jawab riset.
Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli menyampaikan detail temuan data lapangan dalam pemaparannya.
Hasil survey mencatat Sudaryono (Kepala BGN) memperoleh kepercayaan sangat tinggi dari masyarakat (76,1 persen). Begitu pun dengan tingkat kepuasan yang mencapai level 68,8 persen.
‘’Itu berarti publik puas dengan kinerja Sudaryono,” kata Ahmad Fadhli pada Rabu, 7 Januari 2026 di Jakarta.
Ahmad menambahkan penjelasannya terkait persepsi pemilih terhadap efektivitas kinerja institusi pendukung program pangan nasional tersebut.
“Lebih dari separuh warga puas dengan kinerja BGN. Mereka juga yakin BGN mampu menjalankan MBG dengan baik,” ujar Ahmad pada Rabu, 7 Januari 2026 di Jakarta.
Baca Juga:Penataan Perencanaan Anggaran Bapelitbangda KBB Dinilai Ugal-Ugalan dan Melanggar Mekanisme HukumKlaim Damai Tidak Hentikan Pengusutan Kasus Penipuan Catering Rp1 Miliar di Kab. Cirebon
Dukungan Program Pangan Nasional
Pada bagian pemaparan berikutnya, pimpinan eksekutif lembaga riset membeberkan tingkat penerimaan program MBG di tengah warga.
Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto menjelaskan keberlanjutan program MBG didukung oleh 61,6 persen responden, sementara 66,5 persen menilai program ini memberi dampak nyata.
Dukungan publik terhadap (program) MBG terbukti sangat kuat. Hal ini membantah narasi buruk yang menyebut program ini justru tidak dikehendaki masyarakat.
‘’Sekitar 6 dari 10 warga ingin program MBG dilanjutkan dan 2 dari 3 orang warga merasa program ini bermanfaat,” tutur Rahman Toha Budiarto pada Rabu, 7 Januari 2026 di Jakarta.
Rahman memaparkan lebih rinci angka persetujuan warga yang mencapai 69,9 persen serta tingkat kesesuaian kebutuhan sebesar 58,2 persen.
“Itu artinya sebagian besar masyarakat menilai program MBG sesuai dengan kebutuhan publik dan berdampak baik pada kesehatan serta peningkatan gizi. Dan tentu saja itu bermakna masyarakat memahami tujuan MBG,” ucap Rahman.
