JABAR EKSPRES – Mendekati musim penghujan, persoalan sedimentasi tanah di sejumlah sungai wilayah Kabupaten Sumedang cukup menjadi perhatian.
Pasalnya, sedimentrap di Sungai Cikeruh, Jatinangor, dipenuhi sedimen dan pendangkalan juga kembali ditemukan di Sungai Cimande.
Terkait hal itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir memastikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk menangani sedimentasi tersebut.
Baca Juga:Wabup Dorong SOR Mangunreja Berstandar FIFA, Bidik Homebase PersitasRelation Business Perkuat Peran Listrik Dorong Ekonomi Daerah
Dia menilai, dalam hal ini sedimentrap di Sungai Cikeruh memang perlu segera dikeruk agar kembali berfungsi menampung sedimen.
Penanganannya, ujar Dony, akan dilakukan melalui kolaborasi antara BBWS Citarum dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang.
“Saya akan ke BBWS Citarum, akan meminta untuk dilakukan pengerukan, jadi kolaborasi dengan PU Sumedang,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (6/10/2026).
Selain sedimentrap Cikeruh, Dony juga menyinggung kondisi Sungai Cimande yang kembali mengalami pendangkalan.
Menurutnya, persoalan sedimentasi di kedua sungai tersebut perlu segera dikonsolidasikan agar penanganannya tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Ya, nanti kita konsolidasi ya, dalam pekan-pekan ini mudah-mudahan,” bebernya.
Dengan kondisi sedimentrap Cikeruh yang kembali penuh dan Sungai Cimande yang mengalami pendangkalan, Pemkab Sumedang akan mendorong koordinasi dengan BBWS Citarum dalam waktu dekat untuk menentukan langkah penanganan.
Sebelumnya, hal ini pernah didorong oleh Anggota DPRD Sumedang dapil 5, Asep Kurnia. Menurutnya, Pemerintah sudah semestinya memperhatikan persoalan ini sesegera mungkin sebelum musim penghujan tiba. (Bas)
