JABAR EKSPRES – Polemik yang mewarnai pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 di Jawa Barat berujung pada pencopotan sementara salah satu pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.
Pejabat yang dinonaktifkan tersebut adalah Suhendar, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jawa Barat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Dedi Supandi, membenarkan adanya penonaktifan tersebut.
“Benar itu, untuk sementara (Kepala UPTD Tikomdik) dinonaktifkan,” jelasnya, Rabu (10/6).
Baca Juga:Anggaran Belum Masuk, 85 Dapur MBG di Tasikmalaya Berhenti BeroperasiBTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Biar Usaha Makin Cuan
Meski tidak merinci lebih jauh alasan administratif yang mendasari keputusan tersebut, penonaktifan Suhendar terjadi di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan PCMB dan berbagai persoalan teknis yang muncul selama proses berlangsung.
Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kendala dalam sistem PCMB, mulai dari akses layanan hingga persoalan data dan proses pemetaan yang dinilai membingungkan.
Sorotan terhadap pelaksanaan PCMB semakin menguat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke Posko Pengaduan Disdik Jawa Barat pada Selasa (9/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dedi berdialog dengan sejumlah wali murid yang menyampaikan berbagai keluhan terkait proses penerimaan murid baru. Ia juga menyoroti kinerja pengelolaan sistem yang dianggap belum berjalan optimal.
Di hadapan para orang tua siswa, Dedi bahkan sempat melontarkan kritik keras kepada Suhendar terkait penanganan persoalan teknis yang muncul selama proses PCMB berlangsung.
Sebelumnya, sengkarut PCMB maupun SPMB Sekolah Maung juga dikeluhkan masyarakat, termasuk dari perwakilan pengurus OSIS yang sampai mengadu ke DPRD Jawa Barat.
Salah satu yang jadi keluhan adalah perihal perubahan skor yang mendadak. Begitu juga dengan sistem yang beberapa kali terkendala saat proses seleksi SPMB Sekolah Maung. (son)
