Belasan Saksi Diperiksa Pasca Seorang Satpam Ditemukan Meninggal Dunia di Waduk Jatiluhur 

Belasan Saksi Diperiksa Pasca Seorang Satpam ditemukan Meninggal Dunia di Waduk Jatiluhur 
Dok. Pengungkapan kasus Polda Jabar terkait kasus tindak pidana penipuan online Love Scaming. Senin, (27/7). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aparat kepolisian, hingga kini terus melakukan proses penyelidikan terhadap seorang satpam yang ditemukan meninggal dunia dengan keadaan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Dikatakan Kabid Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan, pihaknya melalui jajaran Polres Purwakarta, saat ini telah memeriksa belasan orang saksi untuk dimintai keterangannya.

“Sudah ada kurang lebih sebelas saksi yang sudah diperiksa oleh Polres Purwakarta. Di mana, tujuannya untuk mencari keterangan-keterangan pada saat sebelum kejadian dan juga pasca kejadian,” ucapnya di Mapolda Jabar, Senin, (27/7).

Baca Juga:Dua DPO Pembunuhan Angrik Langsung Disebar ke Sembilan PolsekKasus Dugaan Pembunuhan Seorang Pria di Alun-alun Ujungberung, Polisi Terus Lakukan Penyidikan 

Selain belasan orang saksi, Hendra menyebut tim penyidik Polres Purwakarta juga kini telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

“Kita juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan kami (masih) butuh waktu untuk bisa mengungkap kasus kejadian ini,” ungkapnya.

Adapun untuk korban sendiri, Hendra mengaku bahwa telah dievakuasi dan dilakukan proses autopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggal dunia.

Informasi terakhir yang masih kita dapatkan dari Pak Kapolres setelah autopsi, hasilnya juga menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia. Dan saat ini kita, di samping membenarkan, juga masih dalam proses penyelidikan,” ucapnya.

Dengan adanya hal tersebut, Hendra menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pengusutan terhadap kasus ini hingga tuntas.

“Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok. Kelompok dari pengemudi sepeda motor, kelompok-kelompok ini, geng motor dan sudah cukup viral. Jelas kelompoknya pada saat ini sedang menuju ke suatu tempat, kemudian wajah-wajah orangnya. Tapi kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu, sebelum bukti permulaannya cukup kuat untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak. Ini yang perlu kami sampaikan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, seorang satpam ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengambang dan tangan terikat borgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Baca Juga:Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung InternasionalHari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadir dengan Konsep Baru, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Peristiwa yang terjadi pada Jum’at, 24 Juli 2026 kemarin, sempat viral di media sosial setelah adanya unggahan video yang menunjukan sejumlah orang tengah melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban di waduk Jatiluhur, Purwakarta.(San).

0 Komentar