Nata Singaparna, Bupati Cecep: Jangan Ada Bangunan Ganggu Saluran Air!

Nata Singaparna, Bupati Cecep: Jangan Ada Bangunan Ganggu Saluran Air!
Bupati Cecep Nurul Yakin saat mengecek langsung saluran air yang tertutup betonisasi di wilayah Singaparna. Foto : Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan tidak boleh ada lagi bangunan maupun betonisasi yang menutupi saluran air di kawasan Singaparna. Penegasan itu disampaikan saat melakukan monitoring penataan ibu kota Kabupaten Tasikmalaya bersama sejumlah perangkat daerah terkait di tengah berlangsungnya proyek pelebaran jalan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, awal pekan ini.

Dalam kegiatan tersebut, Cecep meninjau langsung kondisi drainase, sempadan jalan, hingga pemanfaatan bahu jalan di sejumlah titik sepanjang kawasan Singaparna. Ia menemukan banyak bangunan permanen maupun semi permanen yang berdiri di atas saluran air, bahkan beberapa di antaranya menggunakan konstruksi beton yang menghambat fungsi drainase.

“Jangan ada betonisasi di saluran air. Drainase harus berfungsi dengan baik agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan genangan. Kalau saluran ditutup bangunan atau beton, tentu akan menimbulkan masalah saat musim hujan,” tegas Cecep.

Baca Juga:Kampung Naga Sudah Ditutup untuk Wisatawan, Sumber Anggaran Revitalisasi Belum DiketahuiSurplus Perdagangan Indonesia Menyusut, Ekspor Nonmigas Jadi Penyelamat

Menurutnya, momentum pelebaran jalan yang sedang dilakukan Pemprov Jawa Barat harus dimanfaatkan sekaligus untuk menata wajah Singaparna secara menyeluruh. Ia menilai pembenahan drainase menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dibanding pembangunan jalan itu sendiri.

“Kalau sekarang tidak ditata, nanti setelah proyek selesai akan lebih sulit. Kita ingin jalan yang sudah diperlebar ini didukung oleh drainase yang baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Saat monitoring, Cecep bahkan meminta sejumlah pemilik bangunan yang menutupi saluran air untuk melakukan penataan. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu melakukan pembongkaran apabila keberadaan bangunan tersebut terbukti menghambat fungsi drainase dan kepentingan umum.

Bagi Cecep, keberhasilan pembangunan jalan sangat bergantung pada sistem drainase yang memadai. Jalan yang mulus dan lebar, kata dia, tidak akan bertahan lama jika air terus menggenangi badan jalan akibat saluran yang tersumbat.

“Percuma jalannya bagus kalau drainasenya mampet. Air akan menggenang, merusak konstruksi jalan, dan akhirnya jalan cepat rusak lagi. Karena itu drainase harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Selain menyoroti bangunan yang menutup saluran air, Bupati Cecep juga menemukan banyak sampah plastik yang menyumbat drainase. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab genangan yang kerap muncul saat hujan deras mengguyur kawasan Singaparna. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air.

0 Komentar