Nata Singaparna, Bupati Cecep: Jangan Ada Bangunan Ganggu Saluran Air!

Nata Singaparna, Bupati Cecep: Jangan Ada Bangunan Ganggu Saluran Air!
Bupati Cecep Nurul Yakin saat mengecek langsung saluran air yang tertutup betonisasi di wilayah Singaparna. Foto : Istimewa
0 Komentar

“Kesadaran masyarakat sangat menentukan. Sampah yang dibuang ke drainase hari ini bisa menjadi penyebab banjir dan genangan esok hari. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Tak hanya soal drainase, Cecep juga menyoroti penggunaan bahu jalan sebagai area parkir kendaraan oleh sejumlah pelaku usaha. Menurutnya, pelebaran jalan yang sedang dilakukan akan sia-sia jika bahu jalan tetap dipenuhi kendaraan parkir.

Ia berharap para pemilik toko dan pelaku usaha mulai menyediakan lahan parkir sendiri agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Baca Juga:Kampung Naga Sudah Ditutup untuk Wisatawan, Sumber Anggaran Revitalisasi Belum DiketahuiSurplus Perdagangan Indonesia Menyusut, Ekspor Nonmigas Jadi Penyelamat

“Tujuan pelebaran jalan adalah memperlancar arus kendaraan. Kalau bahu jalan masih dipakai parkir, kemacetan tetap terjadi. Ke depan harus ada kesadaran untuk menyediakan area parkir sendiri,” tegasnya.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari program “Nata Singaparna”, sebuah gerakan penataan ibu kota Kabupaten Tasikmalaya agar lebih tertib, bersih, nyaman, dan bebas genangan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya ingin memastikan Singaparna tampil lebih representatif sebagai pusat pemerintahan sekaligus wajah Kabupaten Tasikmalaya.

Diketahui, Sejak Maret lalu hingga kini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melaksanakan proyek pelebaran jalan di ruas Tasikmalaya-Garut, tepatnya dari kawasan Pertigaan Kudang hingga Alun-Alun Singaparna. Selain memperlebar badan jalan di sisi kanan dan kiri, proyek tersebut juga mencakup penataan dan pembangunan sistem drainase di sepanjang jalur tersebut sebagai bagian dari upaya penataan kawasan perkotaan. (Hendi)

Reporter: Hendi

0 Komentar