Kampung Naga Sudah Ditutup untuk Wisatawan, Sumber Anggaran Revitalisasi Belum Diketahui

Kampung Naga Sudah Ditutup untuk Wisatawan, Sumber Anggaran Revitalisasi Belum Diketahui
Kampung naga. Foto : Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Destinasi wisata budaya unggulan Kabupaten Tasikmalaya, Kampung Naga, resmi diistirahatkan dari kunjungan wisata mulai 1 Juni hingga akhir Agustus 2026. Penutupan sementara selama tiga bulan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara masyarakat adat Kampung Naga dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam rangka pemulihan ekosistem dan revitalisasi kawasan adat yang dikenal sebagai salah satu ikon budaya Sunda tersebut.

Kesepakatan itu diyakini lahir saat kunjungan kerja Gubernur Dedi Mulyadi ke Kampung Naga pada 4 Mei 2026, usai menghadiri rangkaian upacara adat Milangkala Tatar Sunda di Tasikmalaya.

Meski penutupan telah berlaku sejak awal Juni, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengaku hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait detail pelaksanaan revitalisasi, termasuk skema pembiayaan maupun instansi yang akan bertanggung jawab dalam proses tersebut.

Baca Juga:Terekam CCTV Saat Bobol Toko, Spesialis Pencuri di Sukaraja Tasikmalaya Akhirnya Dibekuk PolisiSejumlah Pejabat Polres Tasikmalaya Berganti, Kompol Asep Muslihat Resmi Jabat Wakapolres

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Taufik, mengatakan dasar penutupan kawasan wisata budaya tersebut murni berasal dari kesepakatan antara masyarakat adat dan Gubernur Jawa Barat.

“Yang kami pahami, penutupan ini merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak, yaitu masyarakat adat Kampung Naga dengan Pak Gubernur. Sampai saat ini kami masih menunggu informasi dan pemberitahuan resmi terkait teknis pelaksanaannya,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Asep Zaini. Menurutnya, pemerintah daerah belum menerima rincian mengenai sumber anggaran revitalisasi, apakah berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat melalui dinas terkait atau dari sumber pendanaan lainnya.

Meski demikian, Pemkab Tasikmalaya menyambut positif rencana besar tersebut. Menurut Taufik, revitalisasi dan pemulihan ekosistem merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik Kampung Naga sebagai destinasi wisata budaya bertaraf nasional.

“Kami tentu menyambut baik gagasan pemulihan ekosistem dan revitalisasi kawasan yang digagas Pak Gubernur. Kami meyakini setelah proses ini selesai, daya tarik Kampung Naga akan meningkat dan naik level. Memang dalam tiga bulan ke depan akan ada konsekuensi berupa penurunan kunjungan wisata dan pendapatan pelaku UMKM, tetapi ini merupakan bagian dari proses menuju perbaikan yang lebih besar,” katanya.

0 Komentar