Senyum Jibran di Sunatan Gratis HJB Kota Bogor, Bocah Yatim yang Akhirnya Wujudkan Impian Disunat

Ilustrasi kegiatan sunat massal di Puskesmas Sempur, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (2/6/202
Ilustrasi kegiatan sunat massal di Puskesmas Sempur, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (2/6/2026), dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ruang tunggu Puskesmas Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (2/6/2026), dipenuhi anak-anak yang menanti giliran untuk dikhitan dalam kegiatan sunatan massal gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Di antara para peserta, tampak seorang bocah berusia 5 tahun 9 bulan bernama Jibran Rasya Putra, warga Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, yang datang bersama ibu dan keluarga besarnya dengan wajah penuh keceriaan.

Berbeda dengan sebagian anak yang biasanya diliputi rasa cemas menjelang khitan, Jibran justru terlihat santai dan bersemangat. Sesekali ia bercanda dan mengobrol dengan keluarganya sambil menunggu namanya dipanggil petugas.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Bali, Dewan Komisaris Tinjau IT ManggisBupati Cecep Ajak Warga Viralkan Truk ODOL, Pemkab Tasikmalaya Perketat Pengawasan Demi Jalan Tahan Lama

Uwa Jibran, Rita (44), mengatakan bahwa keinginan untuk disunat sebenarnya sudah lama disampaikan oleh keponakannya tersebut, bahkan sejak Idulfitri lalu.

“Anaknya memang sudah ingin disunat sejak Idulfitri kemarin. Kami tidak membujuk atau memaksanya. Justru dia sendiri yang sering menyampaikan keinginan itu kepada keluarga,” ujar Rita saat ditemui di Puskesmas Sempur.

Menurut Rita, semangat Jibran untuk disunat salah satunya didorong oleh keinginannya untuk lebih rajin beribadah dan mengaji di masjid. Dalam pemahaman sederhana yang dimilikinya, sunat menjadi salah satu langkah untuk menjalankan ajaran agama dengan lebih baik.

Karena itu, keluarga tidak mengalami kesulitan untuk meyakinkan ataupun membujuknya mengikuti program khitan gratis tersebut.

“Kalau ditanya mau disunat atau tidak, dia selalu jawab mau. Bahkan beberapa hari sebelum pelaksanaan, hampir setiap malam dia bercerita kalau sudah siap disunat supaya bisa lebih semangat salat dan mengaji,” tuturnya.

Meski keinginannya sangat besar, impian Jibran untuk segera disunat belum dapat langsung diwujudkan oleh keluarganya.

Rita mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala. Terlebih, Jibran merupakan anak yatim yang telah kehilangan ayahnya sejak berusia satu tahun dan kini dibesarkan oleh sang ibu.

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pamijahan Bogor Ludes TerbakarLibur Iduladha, Jalur Puncak Bogor Mulai Dipenuhi Kendaraan Wisatawan

“Jibran anak yatim. Ayahnya meninggal saat usianya baru satu tahun, jadi sudah hampir lima tahun tanpa sosok ayah. Sebenarnya dia sudah lama ingin disunat, tetapi kami belum memiliki rezeki untuk melaksanakannya,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, keluarga Jibran akhirnya mengetahui adanya program sunatan massal gratis yang digelar Pemerintah Kota Bogor.

0 Komentar