JABAR EKSPRES – Satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya kembali ke rumah setelah hampir setahun terdampar di Papua.
Diketahui, mereka sebelumnya menjadi korban penipuan lowongan kerja yang membuat mereka terlunta-lunta tanpa pekerjaan dan kepastian hidup di tanah rantau.
Ade Halidan bersama istrinya Peni Herawati, serta dua anak mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan berhasil dipulangkan ke kampung halamannya oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bandung Barat.
Baca Juga:Diduga Microsleep, Fortuner Terbalik di Tol Jagorawi hingga Sebabkan Pengemudi Luka-lukaDiduga Korsleting Listrik, Pom Mini dan Toko Beras di Ciampea Ludes Terbakar
“Alhamdulillah keluarga tersebut sudah kembali ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dan langsung disambut keluarga serta perangkat desa setempat,” kata Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans Bandung Barat, Dewi Andani saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Kepulangan mereka mengakhiri perjalanan panjang yang berawal dari tawaran pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Saat itu, keluarga Ade dijanjikan pekerjaan dengan penghasilan yang menjanjikan sehingga memutuskan berangkat meninggalkan kampung halaman.
“Awalnya mereka mendapat tawaran bekerja di perkebunan sawit. Mereka sempat dibawa ke Kalimantan, kemudian dijanjikan akan bekerja di Sorong sehingga diberangkatkan ke sana,” ujar Dewi.
Namun sesampainya di Sorong, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung ada. Belakangan diketahui pihak yang merekrut mereka diduga merupakan perusahaan ilegal sehingga keluarga tersebut tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan.
Untuk bertahan hidup, mereka sempat melakukan berbagai pekerjaan serabutan. Kondisi yang semakin sulit membuat mereka akhirnya mendapatkan penanganan dari dinas sosial setempat sebelum ditempatkan di sebuah yayasan.
“Karena tidak ada kejelasan pekerjaan, mereka sempat bertahan dengan pekerjaan serabutan. Selanjutnya ditangani oleh dinas sosial setempat dan mendapat tempat tinggal sementara di yayasan hingga proses pemulangan bisa dilakukan,” katanya.
Setelah kembali ke Bandung Barat, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan agar keluarga tersebut dapat kembali mandiri secara ekonomi.
Baca Juga:Sebulan Buron, Tersangka Tawuran Tewaskan Pelajar di Dramaga Bogor Dibekuk PolisiDiduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Atas Rakit Saat Jala Ikan di Situ Cikaret Cibinong
Disnakertrans bersama Dinas Sosial, lanjut Dewi akan memfasilitasi mereka mengikuti program pelatihan dan penempatan kerja yang tersedia.
“Ke depan kami akan melakukan pendampingan dan menghubungkan keluarga ini dengan berbagai program pemerintah, termasuk pelatihan keterampilan dan peluang kerja yang sesuai,” pungkasnya. (Wit)
