Unik! Pedagang Hewan Kurban di Bandung Raup Cuan Lewat Live TikTok

Pedagang memasarkan hewan kurban de­ngan siaran langsung melalui platform media sosial di lapak Saung Qurban,
Pedagang memasarkan hewan kurban de­ngan siaran langsung melalui platform media sosial di lapak Saung Qurban, Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beragam cara kreatif dilakukan pedagang hewan kurban di Kota Bandung untuk menarik minat pembeli menjelang Hari Raya Iduladha. Salah satunya dengan memanfaatkan fitur live streaming di platform media sosial TikTok untuk memasarkan dagangannya.

Cara unik ini dilakukan Asep Mansyur (24), pedagang hewan kurban di kawasan Cihampelas, Kota Bandung. Melalui siaran langsung, Asep menawarkan hewan kurban kepada calon pembeli tanpa harus datang langsung ke lokasi kandang.

Asep mengatakan, metode live streaming ini sudah mulai ia terapkan sejak momentum Iduladha tahun 2025 lalu. Saat itu, lapak dagangnya masih berada di kawasan Jalan Cipaganti.

Baca Juga:Usai 3 Hari Hilang, Pria di Citereup Bogor Ditemukan Tewas dalam SumurAngkot Adu Banteng dengan Truk Tangki Air di Cibungbulang Bogor, 3 Orang Luka

“Live streaming ini sudah mulai dari tahun 2025. Cuma waktu itu lokasinya bukan di Jalan Cihampelas, melainkan di Jalan Cipaganti,” ujar Asep saat ditemui di lapaknya, belum lama ini.

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan kebiasaan masyarakat yang kini lebih mengutamakan kemudahan dalam bertransaksi.

Ia menilai, banyak calon pembeli hewan kurban yang kini enggan repot datang langsung ke kandang hanya untuk melihat kondisi hewan atau menanyakan harga.

“Sekarang orang-orang kebanyakan enggak mau ribet. Makanya kami coba fasilitasi lewat live streaming, jadi mereka bisa lihat langsung kondisi hewan, tanya-tanya, tanpa harus datang ke kandang,” katanya.

Asep mengaku, metode penjualan digital tersebut memberikan dampak positif terhadap omzet penjualannya. Bahkan, peningkatannya disebut mencapai sekitar 50 persen dibandingkan metode konvensional.

“Alhamdulillah dampaknya positif, kurang lebih naik sekitar 50 persen. Tahun kemarin sudah dicoba, sekarang kita lanjutkan lagi. Harapannya masyarakat yang enggak mau ribet tetap bisa terfasilitasi untuk beli hewan kurban,” pungkasnya. *(San)*

0 Komentar