JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi kembali menaruh perhatian pada isu mitigasi bencana di lingkungan pendidikan. Upaya itu dilakukan melalui program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) 2026 yang dipusatkan di SMP Negeri 4 Kota Cimahi dengan melibatkan 1.580 peserta, terdiri dari siswa, tenaga pendidik, hingga tenaga kependidikan.
Program tersebut digelar di tengah tingginya potensi ancaman bencana di Kota Cimahi.
Selain berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas Sesar Lembang, wilayah ini juga kerap menghadapi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti banjir dan longsor.
Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan pendidikan kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah yang dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun karakter dan kesadaran mitigasi bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana ini, kami berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat kewaspadaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekitarnya,” ujar Ngatiyana saat saat ditemui di Cimahi, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, ancaman bencana di Cimahi bukan lagi persoalan yang bisa dipandang sebelah mata.
Pemerintah Kota Cimahi mencatat sepanjang Januari hingga April 2026 telah terjadi 48 kejadian bencana di berbagai wilayah kota.
Peristiwa tersebut mencakup banjir, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor yang mengakibatkan kerusakan rumah warga, bangunan, dan infrastruktur.
Ngatiyana menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Namun, ia menekankan bahwa penyampaian informasi kebencanaan bukan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, melainkan untuk memperkuat kesiapan menghadapi situasi darurat.
“Kesiapsiagaan itu penting. Ketika masyarakat memahami langkah mitigasi dan evakuasi mandiri, maka risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir,” katanya.
Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur
Dalam pelaksanaannya, program SMAB difokuskan pada penguatan tiga pilar utama satuan pendidikan aman bencana. Ketiga aspek tersebut meliputi fasilitas sekolah aman, manajemen penanggulangan bencana di lingkungan sekolah, serta pendidikan pengurangan risiko bencana.
Peserta program juga dibekali berbagai materi kebencanaan, mulai dari prosedur penyelamatan diri, pemahaman jalur evakuasi, simulasi penanganan kondisi darurat, hingga pembentukan budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan.
Ngatiyana turut mengapresiasi keterlibatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi beserta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
