JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung mencapai kondisi mantap 100 persen, melalui optimalisasi pendapatan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).
Menurut pria yang akrab disapa KDS itu, kebutuhan anggaran untuk menuntaskan perbaikan seluruh jalan kabupaten mencapai sekitar Rp1,3 triliun.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Baca Juga:Ngeri! King Kobra Masuk ke Halaman Rumah Warga di Tenjo Bogor, Evakuasi Damkar Berlangsung 1,5 JamJateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
“Kita membutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun untuk mencapai kondisi jalan mantap 100 persen,” ujar KDS saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Kolaborasi Optimalisasi Penerimaan Daerah melalui Opsen PKB dan Opsen BBN-KB yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Angkutan Indonesia Club (AIC) Nusantara di Dome Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, total ruas jalan kabupaten yang tersebar di 31 kecamatan mencapai sekitar 1.500 kilometer. Selama kepemimpinannya, Pemkab Bandung telah memperbaiki sekitar 1.100 kilometer jalan.
“Sisanya sekitar 400 kilometer lagi akan segera kami perbaiki demi kenyamanan masyarakat pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.
KDS menegaskan, hasil penerimaan dari PKB dan BBN-KB nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur jalan dan pelayanan publik lainnya.
“Anggaran untuk perbaikan dan pembangunan jalan akan kami fokuskan dari PKB dan BBN-KB,” ucapnya.
Ia menilai, optimalisasi pajak kendaraan menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Erwan Kusuma Hermawan mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut diikuti sekitar 300 peserta.
Baca Juga:Sindikat Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bogor Raup Untung Rp6,9 Miliar, Polisi Bongkar Peran Oknum SPBUGuru PPPK Paruh Waktu di Tasikmalaya Kembali Menanti Gaji, Pembayaran Mei-Juni Diundur hingga Juli
Menurut Erwan, kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung terus meningkat.
“Semakin tinggi kesadaran masyarakat membayar pajak, maka akan semakin meningkat pula Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bandung,” ujarnya.
