JABAR EKSPRES – Polemik pelayanan di Puskesmas Cisarua kini membuka persoalan lain di internal birokrasi kesehatan Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah menyoroti sejumlah kepala puskesmas yang dinilai terlalu lama menempati posisi yang sama.
Dari informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, salah satunya Kepala Puskesmas Cisarua, Euis Irma Khumairoh, yang tercatat telah hampir sembilan tahun menjabat di Puskesmas Cisarua.
Baca Juga:Peternakan di Cariu Bogor Ludes Terbakar, 60 Ribu Ayam dan 8 Domba Ikut Terpanggang dengan Kerugian 6,5 MiliarBanjir Kembali Rendam Taman Sari Persada Bogor, Warga Dorong Penambahan Kolam Retensi di Hulu
Untuk diketahui, Puskesmas Cisarua menuai sorotan publik usai muncul unggahan terkait turunnya rating Google Review fasilitas kesehatan tersebut.
Keluhan mengenai pelayanan yang dianggap lambat dan kurang memuaskan kembali ramai dibahas di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, rating Google Puskesmas Cisarua sempat berada di angka 3,5.
Menangapi itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut rotasi jabatan ASN, termasuk kepala puskesmas, perlu dilakukan secara berkala agar pelayanan publik tetap dinamis dan tidak stagnan.
“Dari sisi pola karir, setidaknya setiap dua tahun kita coba rolling sebenarnya, Kalau yang ideal itu kami ciptakan rolling terus-terusan karena biar mengenal beberapa dinas, tupoksi dan kondisi masyarakat sebenarnya idealnya begitu,” kata Ajat, Rabu (20/5/26).
Kata dia, pelaksanaan rotasi jabatan sering terkendala minimnya sumber daya manusia, sehingga sejumlah pejabat bertahan cukup lama di jabatan yang sama.
“Karena keterbatasan orang yang ada di sana, biasanya akhirnya melebihi waktu itu kondisinya,” kata dia
Baca Juga:Menteri UMKM Siapkan Aturan Baru, Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya SepihakIndonesia-Arab Saudi Perkuat Aliansi Industri Halal Global
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap Puskesmas Cisarua yang belakangan ramai dikritik masyarakat karena pelayanan dinilai belum maksimal.
Bahkan, muncul penilaian bahwa lamanya masa jabatan kepala puskesmas turut memengaruhi pola pelayanan di lapangan.
Ajat mengakui persoalan tersebut kini tengah dievaluasi pemerintah daerah.
Menurutnya, kepala puskesmas yang terlalu lama menjabat bukan hanya terjadi di Cisarua.
“Ya itu sedang kita evaluasi. Karena ada kapus-kapus yang sudah lama juga. Dari ujung sampai ujung tuh kapusya sudah lama-lama,” terangnya.
Ajat menegaskan evaluasi dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada satu pihak, sebagai upaya memperbaiki pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor.
“Tapi memang tidak fokus ke Cisarua, keseluruhan. Perintah beliau (Pak Bupati) harus melakukan langkah pembinaan yang lebih serius, apalagi ada keluhan-keluhan dari masyarakat,” tutupnya.
