Melalui insentif sebesar Rp 135 ribu per hari operasional sekolah, 78 armada angkudes pada tahun 2026 mampu melayani sekitar 900 pelajar secara gratis setiap harinya.
“Langkah ini tidak hanya menjamin aksesibilitas pendidikan, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup operator angkutan lokal,” imbuh Djoko.
“Dari sisi manfaat dan efisiensi anggaran, penguatan transportasi publik jelas merupakan pilihan yang lebih rasional,” pungkasnya. (Bas)
